Setelah Hazet, Kini Giliran Jalan Cihideung Mulai Pengerjaan Pedestrian

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Setelah sebelumnya, dilakukan proses pengerjaan semi pedestrian, melalui CV Guna Bangun. Di Jalan KH Zaenal Mustofa (Hazet) Kota Tasikmalaya, Minggu malam (17/07/2022). Kini giliran, Jalan Cihideung mulai dilakukan pengerjaan full pedestrian oleh CV Cahaya Terang, Senin (18/07/2022).

Sebelum pengerjaan itu dimulai, pihak rekanan memasang berupa sekat pembatas dijalan tersebut. Setelah itu, menurunkan alat berat ke lokasi dan langsung melakukan pengalian saluran drainase baru. Adapun proses pekerjaan tahap awal itu, dilaksanakan pada sebelah kanan dari arah perapatan Hazet-Empang.

“Tahap awal dikerjakan galian drainase yang baru dulu. Dengan, panjang dari kanan 358 meter dan kiri 365 meter serta kedalamnya 1,3 meter,”terang Analis Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya, Rino Isa ST. Saat, dilokasi pengalian drainase Cihideung, Senin malam (18/07/2022).

Kata Rino, untuk sementara ini pelaksanaan pekerjaan galian, dilakukan pada malam hari. Sambil melihat situasi dan kondisi di lapangan, terutama dampak terhadap lalu lintas kendaraan. Serta, meminimalisir risiko terjadinya kecelakaan kerja. Namun jika kondisinya memungkinkan, bisa saja proses pekerjaan galian dilakukan juga pada siang hari.

Adapun, pembuatan drainase baru itu berfungsi sebagai saluran pembuang air hujan. Sedangkan, drainase lama digunakan untuk sanitasi warga. Kemudian, pada saluran drainase yang baru, dilengkapi juga dengan untuk utilitas. Nantinya, diatas drainase tersebut akan dibuatkan trotoar tingginya 13 centimeter dan lebarnya jadi 2 meter, kiri kanan trotoar. Sedangkan, trotoar lama yang tadinya mengunakan keramik. Bakal, diganti dengan ornamen baru berupa andesit, sama dengan trotoar baru.

Pedestrian Cihideung itu, konsepnya merupakan full pedestrian. Nantinya, jalan yang tadinya aspal, bakal diganti oleh andesit bakar. Tapi, jalan aspal yang lama tidak dibongkar, namun akan ditambah dengan andesit bakar. Sehingga jalan itu tingginya menjadi 10 centimeter.

Selain itu, di Cihideung juga kendaraan tidak bisa masuk. Akan tetapi, bukan berarti 100 persen ditutup secara permanen. Tentunya, bisa dijadwalkan dalam pengaturan waktu, misalnya apakah pagi atau sore. Nantinya, ada otoritas yang dapat mengaturannya.

Terkait, dengan rencana pembangunan gazebo ditengah full pedestrian Cihideung itu. Terpaksa dicancel, karena ada keterbatasan anggaran. Pasalnya, waktu perencanaannya full pedestrian itu, terjadi pada tahun 2020. Tapi, pelaksanaanya justru pada tahun 2022 ini. Sehingga, disaat dulu harga semen, besi dan lainnya, bisa diperhitungkan. Namun, ternyata pada tahun ini harga tersebut, justru malah mengalami kenaikan.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!