Bantuan Rp 500 Ribu, Bagi Terdampak Covid-19, Dikuatirkan Timbulkan Konflik
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Adanya bantuan dari Provinsi Jabar.Bagi warga yang terdampak Covid-19.Dikuatirkan akan menimbullan masalah kecemburuan dan konflik sosial dimasyarakat.Pasalnya pihak yang memberikan informasi terlalu terburu-buru.
Bahwa data jumlah penduduk terkena dampak Covid-19 di Jabar itu hanya 1 juta penduduk.Adapun data itu berdasarkan kajian yang dilakukan ekonom, dari Universitas Padjadjaran dan Bappeda Jabar.
“Kemudian kurangnya sosialisasi ke masyarakat, koordinasi jumlah kuota yang tidak pasti untuk setiap daerah di Kota/Kabupaten.Akhirnya pemahaman RT, RW, Lurah/Desa dan Camat menjadi berbeda karena informasi yang sampai tidak jelas,”terang pengamat sosial, Nanang Nurjamil, Selasa (07/04/2020).
Nanang memberikan contoh dengan data penduduk miskin (pra sejahtera) di Kota Tasikmalaya.Tentunya tidak siap dengan data yang update.Akibat dari semua itu, maka dikuatirkan akan menimbulkan gejolak sosial baru ditengah masyarakat.Perlu diketahui di Kota Tasikmalaya, ternyata hanya ada 20.000 kuota.Sehingga kalau dibagi rata saja ke 904 RW, maka setiap RW hanya 22 orang yang akan mendapatkan bantuan paket.
Sementara persepsi dimasyarakat, bahwa semua warga yang terkena dampak langsung Covid-19, akan mendapatkan bantuan.Kalaupun, Gubernur berharap kekurangannya itu.Bisa dibantu oleh daerah, harapan itu juga membutuhkan waktu dan kesiapan anggaran yang tentunya tidak mudah bagi setiap daerah.
“Maka menurut saya, harus dievaluasi dulu, jangan dulu didistribusikan, kalau memang diprediksi kuat, akan menimbulkan gejolak sosial, lebih baik tidak usah didistribusikan saja,”pintanya.(AR)

