Warga Tidak Boleh Tergiur Money Politik, Bawaslu Kota Tasik Dialog Dengan Kaum Disabilitas
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Meskipun pemilu masih beberapa tahun lagi akan digelar. Namun, Bawaslu Kota Tasikmalaya rupanya tancap gas untuk memberikan edukasi demokrasi kepada warga. Salah satunya itu, terhadap kaum disabilitas terkait pemahaman tentang penyelenggaraan pemilu. Supaya, tercipta demokrasi baik dan benar kepada masyarakat.
“Agar, tidak boleh tergiur politik uang dan harus menolak black campaign,”ujar Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya, Zaki Pratama. Usai, sosialisasi pengawasan partisipatif bagi kaum disabilitas dan sosialisasi pendidikan pemilih di Bale RW 01 Cintarasa, Kelurahan Kahuripan, Minggu (31/5/2026).
Zaki menjelaskan, sosialisasi tersebut merupakan inisiatif Bawaslu. Guna, untuk memastikan semua warga negara itu mendapatkan hak informasi yang sama. Diharapkan, lewat sosialisasi itu kaum disabilitas semakin memahami hak dan kewajiban sebagai pemilih. Mulai dari cara mengecek DPT, mengenali bentuk pelanggaran, hingga melapor. Jika, telah menemukan politik uang atau intimidasi.

“Tadi, saat dialog ada masukan dari penyandang disabilitas. Terkait, di TPS ketersediaan template braille dan teknis pencoblosan bagi disabilitas sensorik juga daksa. Tentunya itu, akan menjadi bahan evaluasi Bawaslu. Hak pilih mereka setara, maka fasilitasnya juga harus setara donk,”ungkapnya.
Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Tasikmalaya, Enceng Fu’ad Syukron, menambahkan bahwa peran komunitas disabilitas sangat vital dalam pengawasan. Mereka, bisa menjadi mata dan telinga Bawaslu di lapangan, melaporkan jika ada warga disabilitas yang belum terdata atau justru datanya bermasalah.
Pihaknya, berkomitmen melanjutkan program serupa ke komunitas lain. Tujuannya satu, memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam pesta demokrasi. Dengan pemilu yang inklusif, legitimasi hasil akan semakin kuat.(AR)

