Hazet Memang Sexy!Pedestrian Perlu Dilanjutkan ke Nagarawangi, Gaskeun Bro!
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Kawasan Jalan KH Zaenal Mustofa (Hazet) Kota Tasikmalaya memang sexy. Apalagi, setelah dipercantik dengan semi pedestrian. Ternyata, menjadi magnet dan bikin semua mata tertuju ke kawasan tersebut. Meski, pembangunan pedestrian itu hanya sampai perapatan Hazet-Cihideung-Empang. Gaskeun bro!
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya, Toni Antoni menuturkan. Bahwa, perlu untuk melanjutkan pembangunan pedestrian dari Jalan KH Zaenal Mustofa (Hazet), sampai dengan perapatan Nagarawangi (Tugu Asmaul Husna) Kota Tasikmalaya.
“Karena, berdasarkan dokumen DED (Detail Engineering Design) dan FSĀ (Feasibility Study) dulu. Pedestrian Hazet itu, sampai dengan ke Perapatan Nagarawangi,”ujarnya, Selasa (08/01/2024).
Namun, terang Toni. Pada tahun kemarin itu cuma sampai dengan perapatan Hazet-Cihideung saja. Karena, berkaitan dengan anggaran yang bersumber dari APBD Kota Tasikmalaya. Pihaknya, sudah sering membahas terkait kelanjutan pedestrian ke perapatan Nagarawangi itu. Dengan, tim koordinasi penataan di Bapelitbangda.
Dulu, pada sekitar awal tahun 2022 itu, sudah disampaikan ke DPRD Kota Tasikmalaya, terkait dengan DED dan FS itu sampai dengan Nagarawangi. Namun, pada tahun kemarin cuma sampai dengan perapatan Hazet-Cihideung saja, karena terkait dengan masalah anggaran.

Kalau dari PUTR itu hanya sebagai pelaksana saja. Tapi, terkait dengan kebijakan tetap berada di kepala daerah. Sedangkan, program itu ada di Bappelitbangda dan anggaran berada di BPKAD. Sehingga, bisa dilakukan kapan saja, sesuai anggaran dan kebijakan dari kepala daerah.
“Dalam DED dan FS itu, sudah terintegrasi dengan penyelesaian sektor informal maupun dengan persoalan menyangkut parkir kendaraan,”ungkapnya.
Toni menambahkan, untuk implementasi melanjutkan pedestrian itu ke perapatan Nagarawangi. Pada, tahun ini sepertinya belum ada anggarannya. Paling yang ada itu, adalah evaluasi terkait hasil pembangunan pedestrian yang sudah dikerjakan. Termasuk juga dengan pelaksanaan dan pemanfaatan pedestrian.
Namun, kalau memang bisa dilanjutkan pada tahun ini, pedestrian ke perapatan Nagarawangi itu. Tentunya, harus dihitung kembali anggaran kebutuhannya. Karena, berbeda dengan tahun sebelumnya. Pasalnya, harus bisa menyesuaikan dengan kondisi harga kebutuhan pada saat ini.
“Jadi iconik Kota Tasikmalaya. Sehingga, pembangunan pedestrian perlu dilanjutkan. Sehingga, harus ditata kawasannya supaya nampak lebih indah, bersih dan menarik,”pintanya.(AR)

