Masalah Bukan Sampah Saja!Hampir 100 Hari Kerja PJ Walikota Tasik Hanya Pencitraan

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Sepak terjang PJ Walikota Tasikmalaya, Dr Cheka Virgowansyah S.STP ME. Dalam, upaya guna untuk mengatasi segala macam persoalan yang ada di Kota Tasikmalaya. Ternyata, kini mendapat kritikan tajam dari salah satu aktivitis mahasiswa Tasikmalaya, Ardiana Nugraha.

Pria yang menimba ilmu dikampus STIA Tasikmalaya itu menilai. Bahwa, langkah PJ Walikota Tasikmalaya tersebut. Ternyata, hanya melihat sebagian masalah saja dari berbagai kompleknya. Sejumlah, problem yang memang harus segera diatasi dan diselesaikan.

Karena, sejak dilantik menjadi PJ Walikota Tasikmalaya. Hingga sekarang ini, hanya concern dalam mengatasi masalah sampah saja. Dengan, masif
memasang CCTV dan membentui Satgas Sampah.

Padahal, seharusnya juga concern dalam masalah lain seperti, kemiskinan dan permasalahan sosial. Apalagi, kemiskinan itu disebabkan oleh masih rendahnya akses terhadap pelayanan dasar, akses ekonomi, sanitasi dan pola hidup masyarakat.

Serta juga rendahnya daya beli sejumlah masyarakat, sehingga tidak dapat
memenuhi kebutuhan hidup yang layak. Karena, kemiskinan berkaitan erat dengan
kesempatan dan juga tingkat pengangguran yang terbuka.

“Kami dari mahasiswa, sangat berharap PJ Walikota Tasikmalaya juga concern terhadap berbagai persoalan lain, bukan hanya sampah saja,”pintanya, Sabtu (28/01/2023).

Selain dari pada itu, kata Ardiana harus diperhatikan juga kualitas sumber daya manusia. Lalu, peningkatan kualitas manusia menjadi hal yang penting agar masyarakat Kota Tasikmalaya mampu bersaing secara regional, nasional maupun global. Namun saat ini, masih terkendala dengan beberapa permasalahan. Terkait, dengab perkembangan SDM antara lain belum optimalnya pelayanan pendidikan.

Kemudian, insfrastruktur dan penataan ruang. Dalam proses pembangunan, lingkungan hidup berperan sangat
penting dalam kelangsungan kehidupan manusia dan pemanfaatannya. Seharusnya, bisa berjalan dengan seimbang dengan pembangunan. Sehingga, pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah, pengendalian pencemaran dan penanganan kerusakan lingkungan. Pasalnya, masih terbatasnya taman kehati dan perlindungan kawasan lindung. Serta, proposi ruang terbuka hijau di Kota Tasikmalaya.

“Jadi, apa yang sudah diperbuat PJ Walikota Tasikmalaya selama hampir 100 hari kerja ini?nampaknya tidak ada masalah yang bisa diatasi secara signifikan, hanya pencitraan saja dan kami mosi tak percaya,”tegasnya.

Artinya, lanjut Ardiana bahwa itu harus menjadi catatan dan evaluasi triwulan yang benar-benar komprehensif bagi Kemendagri. Karena, sudah jelas Kemendagri mengutus Dr Cheka Virgowansyah itu untuk menjadi PJ Walikota Tasikmalaya, bukan menjadi PJ Kadis LH. Sehingga, tugasnya bukan hanya mengatasi masalah sampah, tapi masalah berat lain juga harus cepat-cepat dieksekusi dan di selesaikan.

Bung Karno pernah mengatakan bahwa seorang pemimpin itu, harus bisa berpikir besar dan bertindak besar. Artinya, PJ Walikota harus bisa meng-orkestrasi seluruh SKPD untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di SKPDnya masing-masing. Jangan seperti paribahasa sunda, “Siga Monyet Ngagugulung Kalapa”.

Aplikasinya, manusia yang punya sesuatu tapi tidak tahu cara menggunakannya, atau manusia yang hanya pintar membuat konsep dan rencana, namun tidak tahu implementasinya. Atau bisa juga diartikan sebagai manusia yang hanya menguruskan suatu hal, kemudian abai tergadap urusan lainnya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!