Jadi Icon Kota Tasik, Pedestrian Hazet dan Cihideung Akan Diresmikan Walikota

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Meski belum 100 persen tuntas pengerjaan semi pedestrian. Di Jalan KH Zaenal Mustofa (Hazet) dan Jalan Cihideung Kota Tasikmalaya. Namun, kini telah membuat pangling sejumlah pihak. Pasalnya, saat ini hadir dengan tampilan wajah baru. Sehingga, menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat. Tak heran, dua kawasan itu bakal menjadi salah satu icon Kota Tasikmalaya.

Rencananya, Walikota Tasikmalaya, Drs HM Yusuf akan segera meresmikan semi pedestrian didua kawasan jantung ekonomi Kota Tasikmalaya itu. Tentunya, peresmian tersebut juga berkaitan langsung dengan momentum HUT Kota Tasikmalaya ke-21. Ada kemungkinan, peresmian itu bakal dilaksanakan pada minggu depan.

Analis Jalan dan Jembatan Dinas PUTR Kota Tasikmalaya, Rino Isa Muhharam ST menuturkan. Bahwa, saat ini progres untuk pengerjaan pedestrian di Hazet. Sudah, mencapai sekitar 99,37 persen. Sedangkan, di Jalan Cihideung tersebut sudah mencapai sekitar 98,22 persen.

Adapun, pengerjaan semi pedestrian di Hazet dan Cihideung itu, dilaksanakan selama 110 hari kerja. Sedangkan, anggaran yang di Hazet sebesar Rp 4.477.629.000 dan di Cihideung sebesar Rp 5.489.410.000. Proyek tersebut, dananya bersumber dari APBD Kota Tasikmalaya.

“Alhamdulillah, pengerjaan didua lokasi tersebut, sudah hampir tuntas. Ya, akan segera diresmikan oleh Pak Walikota. Mudah-mudahan saja, dengan wajah baru semi pedestrian tersebut. Bisa, menjadi icon baru dan daya tarik bagi sejumlah masyarakat,”ujarnya, Jumat (07/10/2022).

Kata Rino, setelah nanti pengerjaan pedestrian didua kawasan itu, tuntas. Tentunya, ada masa pemeliharaan yang menjadi tanggungjawab pemborong tersebut, selama 6 bulan. Sehingga, misalnya kalau ditemukan ada yang rusak. Maka, pemborongnya yang akan memperbaiki/mengantinya. Nah, pasca dari 6 bulan itu, baru giliran OPD terkait yang memegang tanggungjawabnya.

“Saat ini di Hazet, sudah terpasang 26 kelom geulis, 15 payung geulis, 26 PJU dan border. Nanti juga bakal ada bak sampah, pohon/tanaman dan lainnya. Sedangkan, di Cihideung ada 16 kelom geulis, untuk PJU dan payung geulis belum ada. Karena, memang ada keterbatasan anggaran, namun sudah diusulkan,”imbuhnya.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!