Anak Kandung, Kerap Berpakaian Sexy, Ayahnya Terangsang, Lalu Dicabuli
Majalengka (kilangbara.com)-Wawan Setiawan (43), warga Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. Tega telah mencabuli anak kandungnya yang masih dibawah umur, sebut saja bunga. Tindakannya itu, dilakukan pelaku kepada korban. Karena, terangsang melihat anaknya yang kerap berpakaian seksi.
Kapolres Majalengka, AKBP Syamsul Huda melalui Kasat Reskrim, AKP Siswo De Cuellar menuturkan, pelaku mencari momentum yang tepat, agar bisa menyalurkan birahinya. Kesempatan itu dimulai saat korban hendak tidur, kemudian berlanjut ajakan ke suatu tempat.
Hingga, pelaku mengajak korban untuk menemani meminum-minuman beralkohol. Disebuah kios di Desa Panjalin Kecamatan Sumberjaya. Kemudian, setelah itu korban dipaksa minum, sampai dalam kondisi mabuk. Pada kondisi itu, korban langsung dibawa ke sebuah tempat, lokalisasi di Kecamatan Palasah.
“Ditempat itu, pelaku langsung mencabuli anaknya, dalam keadaan mabuk. Akibat pengaruh minuman beralkohol.Saat itu korban disetubuhi seluruh tubuhnya,”terangya, Kamis (04/02/2021).
Setelah memuaskan nafsu birahinya, lanjut Siswo. Korban dibawa pulang ke rumahnya di Kecamatan Leuwimunding. Serta diancam untuk tidak memberitahukan atau melaporkan peristiwa tersebut kepada siapapun. Sebab, jika sampai bocor diancam akan disiksa secara fisik.
Peristiwa ini, terbongkar ketika seorang kakaknya berinisial “ADI” menerima laporan dari korban yang merupakan adiknya sendiri. Pasalnya, korban merasa ketakutan dan trauma. Sehingga, akhirnya korban bersama kakaknya, langsung melaporkan peristiwa tersebut, kepada pihak Kepolisian.
Pelaku, dijerat UU Perlindungan Anak yakni Pasal 81 Ayat (3) subsidair Pasal 82 Ayat 1 UU jo Pasal 76 , 76 E UU RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perubahan Perppu Nomor 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002.
“Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Adapun, barang bukti yang sudah kami amankan, berupa pakaian korban dan pelaku, seperti celana dalam, kaos, celana panjang dan lainnta,”terangnya.(Sam)

