Kapolda Jabar Beberkan Keberhasilan, Kinerja di Tahun 2020
Bandung (kilangbara.com)-Jelang akhir tahun 2020, Kapolda Jabar Irjen Pol Drs Ahmad Dofiri M.Si.Beberkan hasil kinerja selama 2020.Keberhasilannya itu, diantaranya meningkatkan kapasitas SDM jumlah seluruh personel Polda Jabar 33.162 orang. Terdiri dari 31.654 anggota Polri dan PNS /ASN sebanyak 1.508 orang. Kemudian Material Logistik, Kendaraan Roda Enam berjumlah 308 unit, Roda Empat sebanyak 3.110 unit dan Roda Dua sebanyak 11.708 unit.
Serta, meraih penghargaan dari Kapolri pada 2 Juni 2020 sebagai peringkat 1 Akuntabilitas kinerja tingkat Polda tahun 2019. Dengan nilai akhir 76,8 kategori terbaik. Kemudian Polda Jabar juga mendapatkan penghargaan dari Ka Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat, yang di berikan kepada Rorena Polda Jabar, sebagai Koordinator Pengelolaan Anggaran Terbaik Triwulan III tahun 2020 tanggal 8 Oktober 2020.
Penghargaan juga diraih dari Ka Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi Jawa Barat pada, 15 Juli 2020. Penghargaan tersebit diterima oleh Bidkeu Polda Jabar sebagai peringkat II Laporan keuangan tingkat UAPPA-W tahun 2019 terbaik kategori wilayah kerja besar ( lebih dari 20 satuan kerja lingkup Kanwil DJP Propinsi Jawa Barat.
Disamping itu, mendapat penghargaan dari Itwasum Polri pada, 27 Oktober 2020 tentang Quick Wins B-09 tingkat Mabes Polri dan mendapat Rangking ke 2. Selanjutnya berdasarkan keputusan Kapolri No.Kep/1934/IX/2020 tanggal 25 September 2020, tentang intensif bagi Pegawai Negri pada Polri yang mendapat Predikat WBK (Wilayah Bebas Korupsi) atau WBBW (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani) tahun 2018 dan 2019 untuk Polda Jabar ada 3 Polres yaitu Polres Cirebon, Polres Indramayu dan Polres Sumedang.
“Keberhasilan lainnya, pelaksanaan berbagai kegiatan seperti di 2020 telah digelar 4.977 Bhabinkamtibmas untuk penugasan di 5.598 Desa dan Kelurahan. Hingga saat ini ada 1.562 personel Bhabinkamtibmas yang masih merangkap tugas lebih dari satu desa,”ujarnya, saat Konferensi Pers Akhir Tahun, didampingi Pejabat Utama Polda Jabar bertempat di Aula Lantas Polda Jabar, Selasa (29/12/2020).
Kapolda juga menjelaskan bahwa Tindak Pidana yang ditangani oleh Ditreskrim Um, Ditreskrim Sus, DItresnarkoba dan Ditpolair, tindak pidana 2020, ada 17.674 perkara. Untuk tahun 2019 19.300 perkara mengalami penurunan sebanyak 8,42 persen atau 1.626 perkara, kejahatan konvensional di 2020 menurun dibanding tahun sebelumnya, dan untuk kejahatan narkoba mengalami kenaikan.Sementara tindak pidana Korupsi juga mengalami penurunan, kemudian kejahatan diperairan sedikit naik 8,33 persen atau 1 kasus.
Sedangkan, situasi Kamseltibcar, Laka lantas di 2020 menurun dari tahun sebelumnya 2019 dari 8.066, menjadi 6.092 kejadian, demikian pula korban meninggal akibat laka lantas juga turun 36 persen. Pelanggaran lalu lintas pun menurun 55 persen. Adapun kasus menonjolnya yaitu pada, 18 Januari 2020 kecelakaan di Jalan Bandung Subang, serta di Tol Cipali dan di Jalan Raya Puncak.
Selanjutnya, Reserse Kriminal Khusus menangani Kasus pemberian sampah dan batu yang viral dimedsos, kasus pengungkapan penjualan daging celeng yang dioplos.Dengan daging sapi dan modus baru pemalsuan bukti setor online.Serta keberhasilan Polda Jabar dalam mengungkap jaringan prostitusi online melalui situs.
“Bidang Reserse Kriminal Umum menangani kasus Sunda Empire, pelemparan bom molotov di Cianjur. Penganiayaan terhadap petugas dalam penanganan unjuk rasa di Gedung Sate Bandung,”jelasnya.
Selain itu, lanjut Kapolda keberhasilan dalam pelaksanaan pengamanan unras yang dilakukan oleh mahasiswa, buruh, ormas/LSM, pengemudi dan oleh kelompok masyarakat lainnya. Serta pengamanan Pilkada serentak 2020, Operasi Mantap Praja 2020 dan Cipta Kondisi Pasca Pilkada, dimana seluruh kegiatan dilaksanakan dengan berpedoman pada protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.(DN)

