12 Kecamatan, di Kabupaten Sukabumi, Akan Laksanakan PSBB

Kab.Sukabumi (kilangbara.com)-Pemkab Sukabumi akan melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).Di 12 Kecamatan meliputi Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, Cisaat, Sukaraja, Sukalarang, Gunungguruh, Kebonpedes, Cibadak, Cicantayan, Cicurug, Cidahu, dan Palabuhanratu.

“Penentuan 12 Kecamatan itu akan melaksanakan PSBB berdasarkan berbagai faktor.Seperti halnya daerah yang berbatasan dengan Kota atau Kabupaten lain, jumlah penduduknya tinggi, dan kasus positifnya tinggi,”ujarnya usai rapat pembahasan persiapan PSBB dengan Forkopimda di Pendopo Sukabumi, Sabtu (02/05/2020).

Kata Bupati, proses PSBB tersebut harus dibantu oleh masyarakat.Apabila tidak diikuti masyarakat, akan sulit proses meminimalkan penyebaran Covid 19.Sehingga harus menggunakan masker dalam setiap aktifitas.Selain itu, rumah ibadah yang digunakan umum agar tidak dibuka.

“Sesuai dengan intruksi Pak Gubernur Jawa Barat, PSBB itu serentak akan dilakukan diseluruh Kota/Kabupaten yang ada Jawa Barat pada, Rabu (06/05/2020).

Menurut Bupati terkait PSBB itu, sesuai dengan Pasal 13 Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 Tentang PSBB di suatu daerah itu.Meliputi, peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial dan budaya, pembatasan moda transportasi, pembatasan kegiatan lainnya.

Khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan sebagai pembanding, beberapa ketentuan yang ada dibeberapa area yang telah diberlakukan PSBB.Diantaranya kewajiban memakai masker diarea publik dan selalu menjaga jarak.Adapun terkait kendaraan (mobil) hanya boleh membawa penumpang maximal sejumlah setengah dari kapasitas yang ada.

Lalu, motor boleh berboncengan kalau satu keluarga, alamat di KTP sama, motor online tidak boleh membawa penumpang, hanya boleh membawa barang.Kemudian pembatasan usaha, pada prinsipnya usaha, pabrik dan perkantoran harus tutup, kecuali jenis usaha tertentu yang masih diijinkan beroperasi.

Selanjutnya, 10 sektor usaha yang masih boleh beroperasi saat PSBB.Diantaranya sektor kesehatan, pangan, makanan, dan minuman.Terus energi, komunikasi, teknologi dan informasi.Serta keuangan,logistik, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar dan utilitas publik.

“Serta industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional atau objek tertentu, usaha yang melayani kebutuhan sehari-hari.Sedangkan ada pengecualian bagi supermarket, minimarket, pasar, apotek atau penjualan alat medis, penjual kebutuhan pangan, barang pokok, barang penting, BBM gas dan energi,”pungkasnya.(Warja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!