Diky Candra Ikhtiar ke Jakarta, Ditengah Kondisi Anggaran Pemkot Tasik Tidak Baik-Baik Saja

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Ditengah anggaran Pemkot Tasikmalaya yang sekarang ini sedang tidak baik-baik saja. Ternyata, tidak membuat Wakil Walikota Tasikmalaya, Raden Diky Candra Negara terus berdiam diri.

Namun, dirinya terus ikhtiar berangkat ke Jakarta menemui anggota DPR RI, Lola, anggota DPD RI, Komeng hingga bertemu dengan Kepala Badan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal RI, Kamis (11/6/2026).

Dalam, pertemuan dengan Lola menyikapi kondisi ekonomi nasional yang tidak baik-baik saja. Sehingga, menyampaikan brain storming perihal apa yang bisa dilakukan di Kota Tasikmalaya. Ada beberapa hal yang dibicaraka, baik itu rencana kerja sama dengan DPR RI, Bappenas dan DPD RI.

Salah satunya keinginannya itu, agar Lola dan Komeng. Bisa, mengadakan sembako murah, solusi cari orang tua angkat cabor sampai ke sosialisasi hukum terkiat masyarakat. Baik itu perihal kekerasan pada perenpuan, disiplin anggaran dan hal lainnya.

“Saya berharap keinginan itu bisa terwujud, ditengah kondisi Pemkot Tasikmalaya secara financial sedang tidak baik-baik saja. Mohon doanya saja, dari semua warga dan semoga ikhtiar kecil ini membawa hasil,”pintanya.

Selain bertemu dengan Lola, rupanya Diky pun bertemu dengan Kepala Badan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal RI, Babe Haikal. Dalam kesempatan itu, Diky menyampaikan keinginan agar pelaku UMKM di Kora Tasik. Difasilitasi logo halal plus jaminan halalnya. Karena, Pemkot Tasik tidak ada anggaran lagi untuk membantu fasilitas mereka.

Diky, berkeyakinan halal itu menandakan bersih dan aman. Terpenting halal bagi umat muslim, agar karakter buruk, ragam penyakit hati tidak banyak hinggap dalan diri manusia. Pasalnya, makanan haram itu bisa jadi sumber segalanya.

Para, koruptor yang muslim saja pasti menolak dikasih daging babi karena haram. Padahal tidak sadar korupsi juga haram, artinya semua yang mencintai kebersihan dan umumya umat Islam. Insya Allah, terselamatkan dari ragam hal buruk bila dimakan makanan halal.

“Tadi, Babe Haikal juga sampaikan. Bahwa, banyak negara non muslim yang menerima makanan dari negara lain. Notabene, justru berlogo halal karena dipastikan bersih “double clean” menurut orang korea,”bebernya.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!