Dilarang Jualan Tanpa Solusi Mematikan PKL, Ketua PPKM Dadaha Desak Pemkot Tasikmalaya
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Ketua Paguyuban Pedagang Kecil dan Mikro (PPKM) Dadaha, H Ana. Kini, mendesak Pemkot Tasikmalaya supaya bisa segera memberikan solusi. Dengan, adanya larangan bagi sejumlah anggotanya. Berjualan, dikawasan jogging track dadaha selama ini.
“Kami dilarang berjualan disini tanpa ada solusi. Sehingga, hal itu hanya mematikan usaha para PKL saja,”herannya. Saat, pertemuan dengan sejumlah anggota PPKM di Dadaha, Selasa (25/8/2026).
Padahal seyogianya tutur Ana. Adanya, larangan itu juga harus disertai dengan solusi bagi para PKL. Sehingga, tidak menimbulkan gejolak baru. Karena ini, menyangkut dengan mata pencaharian PKL selama ini. Tentu, kebijakannya itu hanya sepihak saja tanpa memperdulikan nasib sejumlah PKL.
“Kami bingung, mulai hari ini ke depan tidak bisa berjualan dan harus jualan dimana?karena, Pemkot Tasikmalaya tidak memberikan solusinya. Katanya mau menata?mana janjinya donk?,”kesalnya.
Pedagang rempah-rempah itu mengaku, pada hari ini mengumpulkan sejumlah anggotanya. Guna, untuk menyampaikan hasil kemarin ke Bale Kota, DPRD dan pertemuan di UPTD Dadaha. Selain itu juga menampung sejumlah aspirasi. Karena, akan mendatangi DPRD dan UPTD Dadaha kembali.

“Kemarin kita ditelepon untuk menemui Tim Pemkot Tasikmalaya di Kantor UPTD Dadaha. Ketika, kami menanyakan solusi harus berjualan dimana?jawabannya gak jelas, sehingga langsung pulang saja,”terangnya.
Tapi UPTD Dadaha tutur Ana. Telah, menjanjikan akan mengagendakan lagi pertemuan dengan anggota PPKM. Sehingga, pihaknya besok akan mengkonfirmasikan lagi kapan bisa diagendakan itu. Pasalnya, PPKM itu butuh kepastian kapan bisa kembali berjualan dan dimana lokasinya tersebut.
“Kita akan terus berikhtiar sampai hari jumat ini. Supaya, ada keputusan dari Tim Pemkot Tasikmalaya. Karena, mulai hari ini para padagang libur dulu berjualan. Sehingga, jika ada kabar terbaru nanti akan disampaikan digrup WA,”janjinya.
Ana memastikan, anggotanya siap patuhi larangan berjualan dijogging track dadaha itu. Serta, mengedepankan sikap persuasif untuk menjaga kondusivitas. Sehingga, tidak terpancing oleh provokasi dan menjamin sejumlah anggotanya itu tetap solid.
“Kalau kami punya usul itu, bisa direlokasi ke areal parkir yang mau ke arah Gedung Kesenian saja. Anggota PPKM ini, jumlahnya ada sekitar 200 pedagang,”bebernya.(AR)

