Judi Online Menggerus Perputaran Ekonomi Lokal dan Mengancam Ketepatan Bansos
Irmansyah Pengamat Sosial dan Ekonomi
Judol bukan lagi sekadar persoalan perilaku individu. Dampaknya, kini mulai menyentuh persoalan sosial dan ekonomi yang lebih luas. Termasuk, bagaimana uang berputar ditengah masyarakat. Bayangkan, uang yang seharusnya digunakan untuk membeli kebutuhan pokok, membayar biaya sekolah, berobat, membayar cicilan, atau berbelanja di warung sekitar. Ironisnya, justru dialihkan ke platform judi online.
Ketika hal ini terjadi secara masif, maka daya beli masyarakat ikut tergerus. Serta,
ekonomi lokal pada dasarnya hidup dari transaksi sehari-hari. Disaat, warung mendapatkan pembeli, pedagang mendapatkan pemasukan, petani menjual hasil produksi, jasa transportasi mendapatkan penumpang, dan pelaku UMKM memperoleh pendapatan. Ketika, masyarakat tersebut membelanjakan uangnya.
Namun, ketika sebagian pendapatan rumah tangga masuk ke judol, uang tersebut tidak lagi berputar secara produktif dilingkungan sekitar. Akibatnya, bukan hanya keluarga yang mengalami kerugian. Tpai, ekosistem ekonomi lokal juga berpotensi ikut terdampak. Persoalannya semakin serius, ketika judi online menyasar masyarakat berpenghasilan rendah. Pendapatan yang seharusnya menjadi bantalan ekonomi keluarga. Justru berisiko habis dalam waktu singkat.
Pada saat, kebutuhan rumah tangga tidak terpenuhi, dampaknya bisa merembet pada utang, konflik keluarga, menurunnya kemampuan memenuhi kebutuhan anak. Hingga, terjadi meningkatnya kerentanan sosial. Disinilah, pemberantasan judol seharusnya tidak hanya dilihat sebagai persoalan hukum. Tapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan ekonomi masyarakat.
Ada satu persoalan lain yang juga perlu mendapat perhatian. Karena, pemerintah disebut mengidentifikasi sekitar 1,4 juta orang yang terindikasi terkait judol dalam kaitannya dengan data penerima bantuan sosial. Angka itu, tentu perlu dipahami secara hati-hati. Status “terindikasi” tidak otomatis berarti seseorang terbukti, melakukan tindak pidana atau harus langsung kehilangan hak atas bantuan sosial. Data tersebut, semestinya menjadi dasar untuk proses verifikasi, pemadanan data, dan evaluasi sesuai aturan yang berlaku.
Justru di sinilah pentingnya ketepatan sasaran bansos. Bantuan sosial, pada dasarnya ditujukan untuk membantu masyarakat yang memang membutuhkan. Karena itu, apabila terdapat penerima yang terindikasi memiliki aktivitas judi online. Pemerintah, perlu melakukan verifikasi secara transparan dan akurat. Jangan sampai orang yang benar-benar membutuhkan kehilangan bantuan, hanya karena kesalahan data. Sebaliknya, jangan pula data yang sudah terbukti tidak sesuai dibiarkan tanpa evaluasi.
Pendekatan yang diperlukan, bukan hanya menghentikan aliran uang ke judi online, tetapi juga mengembalikan uang masyarakat ke aktivitas ekonomi yang lebih produktif. Edukasi keuangan, penguatan UMKM, pemberdayaan ekonomi keluarga, penciptaan lapangan kerja. Serta, pengawasan transaksi digital harus berjalan beriringan.
Masyarakat juga perlu memahami bahwa kemenangan sesaat dalam judi online itu. Tidak sebanding, dengan risiko kehilangan pendapatan keluarga. Uang yang masuk ke judol bisa habis dalam hitungan menit, sementara untuk mendapatkannya kembali, seseorang mungkin harus bekerja berhari-hari.
Pada akhirnya, melawan judol bukan hanya tentang menyelamatkan seseorang dari kecanduan. Tentu Ini juga tentang menyelamatkan uang keluarga, agar tetap berputar disektor produktif, menjaga daya beli masyarakat, dan memperkuat ekonomi lokal.
Jika uang masyarakat berputar di warung, pasar, UMKM, pertanian, jasa, dan usaha produktif lainnya, manfaatnya bisa dirasakan lebih luas. Tetapi, jika uang tersebut terus mengalir ke judi online, yang berputar bukan kesejahteraan, melainkan kerugian. Karena itu, pemberantasan judol harus menjadi gerakan bersama.
Seyogianya, pemerintah memperkuat pengawasan dan perlindungan sosial, masyarakat meningkatkan literasi keuangan, dan setiap keluarga menjaga. Supaya, pendapatannya digunakan untuk kebutuhan serta masa depan yang lebih baik.
Sebab, menyelamatkan satu rupiah dari judi online. Bukan, hanya menyelamatkan satu keluarga. Dalam skala besar, itu juga berarti menjaga agar roda ekonomi masyarakat tetap berputar.(***)

