Tasik Banyak Lahirkan Musisi Legendaris, Generasi Muda Harus Lanjutkan Unjuk Gigi Lewat Karyanya
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Diera industri musik digital seperti sekarang ini. Tentu, sejumlah musisi lokal Tasikmalaya dan seluruh Indonesia. Tidak lagi, bergantung terhadap label rekaman besar untuk dikenal. Namun, bisa melalui platform distribusi digital untuk membantu musisi merilis lagu secara mandiri.
Salah satunya itu, bisa mengunakan publisher yang mendistribusikan lagu ke platform seperti, Spotify, Apple Music dan YouTube. Termasuk, media sosial seperti Tiktok, Instagram, Facebook dan lainnya. Hal itu, bisa membuat lagu lebih mudah ditemukan oleh jutaan pendengar diseluruh dunia. Serta, akan mendapatkan bayaran dari buah karyanya.
Publisher, selain mendistribusikan lagu juga berkaitan mengelola hak cipta dan hak ekonomi musisi tersebut. Dizaman now, Spotify, Apple Music, YouTube dan lainnya. Telah, menjadi raksasa dalam menyebarkan musik secara digital. Selain itu, media sosial telah menjadi alat paling jitu untuk promosikan lagu.

Sudah saatnya, sejumlah musisi lokal Tasikmalaya harus bisa unjuk gigi. Dengan, menunjukan karya sendiri ditengah industri musik digital. Selama ini, Tasikmalaya telah banyak melahirkan musisi legendaris. Mulai, dari raja dangdut H Rhoma Irama, Dedy Dores, Harry Tasman, bapak revolusi rock indonesia, Beny Soebardja dan lainnya.
Mereka, adalah para pencipta lagu/penyanyi yang berjaya dieranya. Sehingga, saat ini harus ada estafet lintas generasi untuk bisa meneruskannya. Sejarah mencatat, Tasikmalaya adalah barometer yang melahirkan sejumlah musisi hebat. Tentu, generasi muda harus punya spirit untuk bisa meneruskan seniornya itu.
Kini tantangan sudah didepan mata, industri musik digital memanggil para musisi muda. Agar, bisa menunjukan kreativitas karyanya bukan dengan lagu AI. Gong, panggung digital sudah ditabuh dan karpet merah telah tersedia. Sejumlah, musisi Tasikmalaya harus jadi pemain bukan penonton. Karena, jika mengaku musisi itu harus punya karya donk.
***Sepenggal tulisan dari seorang jurnalis dan penikmat musik di Kota Tasikmalaya.(Kang Juenk).

