Diky Candra Minta Maaf Kepada Sejumlah Lurah dan Mohon Pengertiannya, Kenapa Pak Wakil?
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Didepan sejumlah Lurah se-Kota Tasikmalaya. Wakil Walikota Tasikmalaya, Raden Diky Candra Negara tak segan, menyampaikan permohonan maafnya kepada Lurah. Serta juga minta pengertiannya terkait dengan situasi dan kondisi sekarang ini.
“Salah satunya, belum transfernya Anggaran Dana Kelurahan (ADK) ke setiap Kelurahan. Sehingga, pastinya akan menghambat banyak hal,”ujarnya. Saat, rapat Forum Lurah Kota Tasikmalaya. Di Aula Kelurahan Argasari, Senin (29/6/2026).
Selain itu, Diky juga minta maaf terkait dengan kebijakan pusat yang merubah program ayam petelur merah putih. Padahal, tadinya Kota Tasikmalaya akan mendapatkan program tersebut diseluruh wilayahnya, namun rupanya tidak jadi.
Sedangkan, program budidaya tematik dari KKP. Saat ini, ada perubahan namun ada potensi pengajuan kembali melalui Kelurahan. Diky, pastikan program itu dari KKP bukan titipan siapapun. Sehingga, bila ada yang di ACC KKP. Mohon, bisa manfaatkan dengan sebaik-baiknya.
“Supaya, kelak bisa dikerjasamakan dengan Yayasan atau mitra MBG. Agar, dampak MBG untuk perikanan, pertanian juga UMKM bisa terasa di Kota Tasikmalaya,”pintanya. Dalam, acara dihadiri juga dari Bapelitbangda, BPKAD dan OPD lain.

Dalam kesempatan itu, Diky juga menyinggung adanya curhatan dari Lurah. Terkait, Musrenbang yang seringkali dilakukan. Tapi, seringkali juga meleset dalam pengangggaran. Alumni SMPN 2 Tasik itu, menyampaikan bahwasanya
Musrenbang adalah perintah Undang-Undang.
Dihampir, diberbagai wilayah banyak yang belum efesien. Pertama, karena masih minimnya pihak desa/kelurahan dalam pemilihan ajuan prioritas. Belum, bisa membedakan mana kebutuhan mana keinginan. Adapun, banyak yang sudah bisa memilih hal tersebut. Tapi, dipenganggaran sering beradu dengan hal lainnya.
Khususnya ditahun 2026 ini, dalam targetan RPJMD dan hasil Musrenbang mengacu pada anggaran tahun 2025. Namun, badai keuangan muncul di tahun 2026 mulai dari pemotongan dana transfer, BPJS kesehatan dialihkan ke Kota Tasikmalaya dan lainnya.
Sehingga, membuat pimpinan dan Bappelitbangda harus melakukan evaluasi. Serta, penyesuaian kembali dalam skala orioritas pembangunan. Dengan, kemampuan anggaran yang ada sekarang. Tentunya yang disampaikannya itu. Bukan, hanya omong kosong belaka. Namun, merupakan realita dengan kondisi yang ada.
“Sekali lagi, minta maaf dan mohon pengertiannya dari para Lurah yang hadir sekarang ini. Walaupun, saya tidak masuk jajaran TAPD. Tapi, insya Allah setiap ada kesempatan akan coba beri masukannya,”janjinya.(AR)

