Ricuh!Wartawan Dilarang Meliput Koordinasi dan Evaluasi SPPG di Kota Tasik, MBG Neh!
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Kegiatan koordinasi dan evaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Di Aston Hotel Tasikmalaya, Jumat 10 April 2026. Dengan, dihadiri Walikota Tasikmalaya, Bupati Tasikmalaya dan unsur Forkompimda. Ternyata, diwarnai dengan kericuhan antara panitia dengan sejumlah wartawan.
Kericuhan itu, berawal ketika salah satu wartawan dari media online ketik one.com, Endang. Sedang, bergegas naik tangga ke lantai 2 untuk meliput kegiatan itu. Namun, tiba-tiba saja ada suara panitia yang melarangnya dibawah. Sehingga, terpaksa turun kembali dan menemui panitia tersebut.
“Panitia tidak mengundang sejumlah wartawan, kalau mau wawancara harus ada ijin dulu dari BGN, kita sudah punya wartawan khusus,”beber Endang menirukan ucapan ketus dari panitia perempuan dari kegiatan tersebut.
Mendengar ucapan itu, Endang pun beralasan dirinya naik ke atas tersebut. Ingin, meliput kegiatan Walikota Tasikmalaya dengan BGN. Apalagi, acara itu sudah digiatkan oleh Dinas Kominfo Kota Tasikmalaya. Termasuk, ada beberapa wartawan yang sudah berada dilantai 2 tersebut.

Melihat sedang terlibat perdebatan itu, wartawan lainnya pun. Ikut, menanyakan alasan panitia wanitia yang berbaju batik tersebut. Salah satunya itu, Edi dari media online yang menanyakan argumen panitia yang melarangnya. Hingga, terjadi perdebatan yang sengit antara panitia dengan media.
“Saya datang ke sini untuk meliput Walikota Tasikmalaya. Kenapa dilarang segala?apalagi kegiatan itu sudah digiatkan oleh Dinas Kominfo Kota Tasikmalaya. Ini banyak wartawan yang dilarang untuk meliput, kita juga ingin konfirmasi terkait sejumlah isu MBG,”terangnya.
Namun penjelasan itu, bukannya meredup situasi. Namun, malah semakin tinggi perdebatannya. Karena, dari pihak panitia tetap tidak bergeming. Tak ayal, perdebatan itu semakin meruncing. Hingga, datanglah panitia laki-laki yang berbatik dan langsung melerai pertikaian tersebut.
Serta, menjelaskan secara komunikatif bahwa acara Walikota, Bupati dan Forkompimda itu bersifat internal. Sehingga, kalau memang wartawan yang ingin wawancara itu. Tentu, harus menunggu kegiatan itu bubar dan menunggu dibawah.
“Kami mohon maaf, bila tadi ada panitia yang sudah menyampaikan hal tersebut. Kita, paham dengan kinerja wartawan dalam mencari berita. Mungkin, tadi ada miskomunikasi antara panitia dengan sejumlah wartawan,”beber pria berbatik berpostur tinggi itu.(AR)

