5 Hari Angkutan Lebaran 2026, Stasiun Tasikmalaya Menjadi Tersibuk Ketiga di Daop 2

Tasikmalaya (kilangbara.com)-Ternyata, dari data pelayanan penumpang diwilayah Daop 2 Bandung. Stasiun Tasikmalaya, tercatat sebagai stasiun tersibuk ketiga diwilayah Daop 2 Bandung. Setelah, Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong. Hal itu, berkaitan dengan mobilitas masyarakat selama lima hari masa Angkutan Lebaran 2026 pada 11-25 Maret 2026.

Selama periode tersebut, Stasiun Bandung menjadi stasiun dengan jumlah pelanggan berangkat tertinggi dengan total 23.252 pelanggan. Disusul, Stasiun Kiaracondong yang melayani 20.054 pelanggan berangkat. Sedangkan, Stasiun Tasikmalaya berada di posisi ketiga dengan jumlah 5.165 pelanggan yang melakukan perjalanan menggunakan kereta api.

Tingginya angka itu, menunjukkan adanya pertumbuhan mobilitas masyarakat yang cukup signifikan diwilayah Priangan Timur, khususnya di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Kereta api, menjadi salah satu moda transportasi pilihan masyarakat. Karena, menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, serta tepat waktu.

Selain keberangkatan penumpang, data kedatangan pelanggan distasiun wilayah Daop 2 Bandung juga menunjukkan tingginya arus perjalanan menuju daerah tersebut. Stasiun Bandung, tercatat melayani 17.281 pelanggan turun, diikuti Stasiun Kiaracondong sebanyak 8.950 pelanggan.

Sementara itu, Stasiun Tasikmalaya menjadi stasiun kedatangan tersibuk ketiga. Dengan, jumlah pelanggan turun mencapai 7.879 orang selama lima hari masa Angkutan Lebaran 2026. Hal itu, semakin memperlihatkan bahwa wilayah Tasikmalaya menjadi salah satu tujuan perjalanan masyarakat selama periode mudik Lebaran.

Selain ketiga stasiun tersebut, beberapa stasiun lain juga mencatat, angka pelayanan penumpang yang cukup tinggi. Untuk pelanggan yang berangkat, Stasiun Cimahi tercata ada 2.979 pelanggan dan Stasiun Purwakarta ada 2.949 pelanggan. Sementara, untuk pelanggan yang datang, tercatat di Stasiun Banjar ada 5.222 pelanggan turun dan Stasiun Garut ada 3.160 pelanggan turun.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan, bahwa tingginya mobilitas masyarakat diwilayah Tasikmalaya. Tentu, menjadi perhatian KAI untuk terus meningkatkan pelayanan transportasi kereta api bagi masyarakat di wilayah tersebut.

“Kami melihat adanya peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup signifikan di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, selama periode Angkutan Lebaran tahun ini. Hal ini, menunjukkan kereta api semakin dipercaya sebagai moda transportasi pilihan. Bagi, masyarakat untuk melakukan perjalanan jarak jauh dengan aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).

Kuswardojo menambahkan, bahwa KAI Daop 2 Bandung terus berupaya merespons kebutuhan masyarakat. Dengan, meningkatkan aksesibilitas layanan kereta api, khususnya di wilayah yang menunjukkan pertumbuhan mobilitas yang tinggi.

Salah satu langkah dilakukan, adalah dengan memberikan kemudahan akses perjalanan bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. Dengan, memberhentikan KA Serayu di Stasiun Rajapolah untuk melayani naik dan turun penumpang mulai 14 Maret 2026. Dengan adanya layanan itu, masyarakat diwilayah Rajapolah dan sekitarnya dapat lebih mudah mengakses transportasi kereta api, tanpa harus menuju stasiun yang lebih jauh.

KAI Daop 2 Bandung, terus berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Serta, memperluas akses transportasi kereta api bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang menunjukkan pertumbuhan mobilitas tinggi. Sehingga, perjalanan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan nyaman.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!