Kepincut Brondong!Mantan Ketua Forsil Siap Dukung Cawalkot Tasik Ihsan Riyadi, Wellkeun!

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Calon Walikota Tasikmalaya sekaligus juga owner Pasir Pataya, H Ihsan Riadi. Ternyata, kini telah memiliki sebuah energi baru. Dalam, menghadapi pertarungan di Pilkada Kota Tasikmalaya 2024. Setelah, pria asal Ponorogo itu mendapatkan dukungan langsung dari mantan Ketua Forsil RT RW Kota Tasikmalaya, Dede Sukmajaya.

Mantan Ketua GMBI Kota Tasikmalaya itu, selain kepincut Ihsan masih brondong (muda) usianya 38 tahun. Tentunya juga punya keberaniannya dengan tagline anti korupsi. Bahkan, punya komitmen jika bisa terpilih jadi Walikota Tasikmalaya. Seratus persen, gajinya dan sembilan puluh persen tunjangannya akan diberikan kepada masyarakat.

Bahkan, komitmennya itu tidak main-main. Karena, siap membuat surat perjanjian hitam diatas putih. Tentunya, keberaniannya itu harus diapresiasi oleh semua pihak. Karena, baru ada calon yang sudah berani seperti itu. Termasuk, Ihsan juga memperhatikan terkait angka kemiskinan, pengangguran, banjir dan persoalan lainnya.

Apalagi, setelah mendengar proses perjalanan hidupnya itu sangat menarik. Lahir, dari keluarga tidak mampu sampai harus makan nasi aking. Bahkan, sejak usia muda pernah jadi pedagang asongan diterminal dan sekolahnya pun hanya sampai SMP. Hingga, akhirnya bertemu dengan seorang ustadz dan merubah hidupnya dari jalanan.

Sampai, akhirnya bisa merantau ke Papua dan ada orang yang menyekolahkannya ke paket C. Kemudian setelah memiliki ijazah SMA, Ihsan pun ikut mencoba melamar ke Basarnas di Merauke Papua. Ternyata, bisa lolos dari sekian ribu orang yang mendaftar. Setelah, jadi ASN Basarnas ia pun melanjutkan studinya dikampus. Bahkan, selanjutnya ditugaskan di Basarnas Jakarta.

Karena waktu itu, bapaknya meninggal dunia di Ponorogo. Hingga mengajak ibunya ke Jakarta, tapi ditolaknya. Pada saat itu, Ihsan bekerja pun sudah merasa cukup. Hingga, akhirnya mengajukan mengundurkan diri dari ASN dengan resiko tidak dapat pensiun. Selanjutnya, pulang ke Ponorogo dan merintis membuka sejumlah usahanya. Bahkan, kini sudah memiliki sebanyak 6 perusahaannya.

Sedangkan, awalnya datang ke Kota Tasikmalaya itu. Bermula, ketika Ihsan sedang mencari tanah seluas 5 hektar. Hingga, akhirnya bisa membeli wisata Pasir Pataya di Ciakar. Tadinya, Ihsan tidak ada niat ikut nyalon, tapi tiba-tiba ada ibu-ibu yang datang curhat. Bahwa, suaminya sudah meninggal dunia dan anaknya gak bisa sekolah, tapi gak dapat bantuan pemerintah. Nah, disitulah berpikir Ihsan harus ikut nyalon. Supaya, bisa berada tataran kebijakan dipemerintahan.

“Proses perjalananya beliau itu sangat inspiratif. Bahkan, jika terpilih menjadi Walikota tidak akan mengambil gajinya seratus persen. Karena, niat awalnya juga ingin mengabdikan diri, bukan cari cuan. Apalagi, hidupnya Pak Ihsan itu sudah cukup mapan,”ujar Dede Sukmajaya didampingi Hendra dan Faisal, saat bertemu dengan Ihsan di NKRI Cafe, Rabu (19/06/2024).

Sehingga dirinya lanjut Dede. Tidak, merasa ragu-ragu lagi untuk all out mendukungnya di Pilkada Kota Tasikmalaya 2024. Apalagi, Ihsan itu adalah pendatang baru yang masih muda dan fresh. Ditengah, sejumlah calon lain yang hanya itu-itu melulu. Tentunya, kehadiran Ihsan tersebut dapat memberikan warna baru. Apalagi, niatnya tersebut ingin membangun Kota Tasikmalaya yang lebih baik lagi.

“Saya respek, beliau mau turun ke bawah dan diskusi dengan masyarakat. Memang pemimpin itu harus blusukan, bukan hanya mengandalkan tim suksesnya saja. Karena, masyarakat itu ingin bertemu dengan calonnya. Pak Ihsan, punya basic pesantren sehingga dalam merintis usaha itu, modalnya amanah dan jujur. Semoga, jika terpilih nanti bisa amanah, saya support wellkeun,”pekiknya.

Ditempat sama, H Ihsan Riadi mengaku sangat bersyukur. Bisa, bersilaturahmi langsung dengan Dede Sukmajaya dan rekannya. Karena, dapat berdiskusi dengan para senior tersebut. Sehingga, banyak ilmu yang bisa diserapnya. Termasuk, banyak hal beberapa saran dan masukan. Tentunya itu, dapat menjadikan sebuah vitamin baru. Sedangkan terkait pencalonannya itu, dirinya sedang berikhtiar didua partai.

“Terimakasih kepada Kang Dede, Kang Hendra dan Kang Faisal. Bisa, meluangkan waktunya untuk berdiskusi sekitar 3 jam. Saya, berharap jadi atau tidaknya terpilih nanti jadi Walikota Tasikmalaya. Tentunya, bisa terus bersinergi silatirahmi. Sehingga, bukan semata-mata karena menjelang Pilkada 2024 saja,”pintanya.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!