KDM Akan Audit Dulu!RSUD dr Soekardjo Tasik Bakal Diambil Alih Provinsi, Ini Kata Kang Uki

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Gong adanya rencana RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya, bakal diambil alih Provinsi Jabar. Terus berhembus kencang, bahkan Gubernur Jabar, KDM telah memberikan sinyal minta diaudit dulu. Wacana itu, kini mendapat tanggapan dari pemerhati kebijakan pemerintah, Dr Basuki Rahmat.

Dosen disalah satu kampus itu menuturkan, bahwa rumah sakit itu salah satu pelayanan publik paling penting. Tentunya saja warga ingin ada pelayanan terbaik. Baik itu dari segi sapras, sdm, tenaga medis dan lainnya. Kalau memang pemerintah daerah banyak keterbatasan. Artinya, tidak mampu dalam alokasi anggaran yang cukup untuk tingkat pelayanan.

Sehingga, serahkan saja ke Pemprov Jabar yang relatif dari sisi keuangan lebih mampu. Ketimbang dikelola oleh daerah, bahkan dirinya mendorong semua rumah sakit di kota ataupun dikabupaten. Notabene, dengan pelayanan yang seadanya lebih baik diambil Pemprov Jabar saja.

“Supaya warga betul-betul merasakan pelayanan yang lebih baik. KDM itu beralasan, karena sejumlah rumah sakit yang sudah ditangani oleh Pemprov Jabar rupanya lebih bagus. Sebab, lebih tersedia dari sisi anggaran,”ujarnya, Kamis (7/8/2025).

Terkait problematika di RSUD dr Soekardjo itu kata Basuki. Sangat komplek, dirinya menduga ada sejumlah faktor. Diantaranya itu soal managerial, kultur diorganisai internal dan lainnya. Apalagi, jika melihat sejarahnya cukup panjang. Memang, untuk bisa melakukan perubahan yang signifikan itu, harus ada langkah spektakuler.

Tentunya, peralihan pengelolaan dari kota ke provinsi bisa medorong tercipta budaya baru didalam managemen RSUD dr Soekardjo. Namun terpenting itu, mungkin saja oleh pemprov kalau sudah diambil alih. Terjadi, rekrutmen misalnya tenaga medisnya diambil dari rumah besar lain yang sudah jadi kewenangnya. Misalnya, dari RSHS yang notabene kelebihan karyawan.

“Kalau ada temuan dan lainnya di RSUD dr Soekardjo, saya kurang paham. Tapi, sekilas lihat fisik dari sisi pembangunan fisik terbengkalai. Padahal itu, sangat dibutuhkan untuk tingkatkan pelayananya. Hal itu, mengambarkan buruknya management,’sesalnya.

Selain itu lanjut pria yang akrab disapa Uki tersebut. Merasa prihatinan, apabila melihat ke dalam kawasan RSUD itu. Misalnya dari mulai parkir, potretnya tersebut sangat semeraut. Sehingga, sudah selayaknya RSUD dikembangkan dan lahannya sudah tidak cocok lagi disana. Mungkin, harus cari lahan baru untuk membangun ruang perawatan yang lebih refresentatif.

Karena, sekarang ini lokasi RSUD berada ditengah kota. Jadi, cocoknya itu hanya untuk management saja. Sehingga, harus bisa dikembangkan misalnya untuk poli anak dan jantung. Makanya, harus didorong untuk pertumbuhan didaerah lain. Karena, kalau dilakukan oleh Pemkot Tasikmalaya sangat mustahil. Tentunya, harus oleh Pemprov Jabar.

Terkait KDM akan audit dulu, karena dalam pengalihkan aset itu prosesnya harus melibatkan persetujuan dulu DPRD, melalui proses politik. Karena, untuk memperkuat argumen layak untuk dialih fungsikan. Harus diketahui secara detail, karena bukan cuma aspek pelayanan publik saja

“Namun juga kesiapan sumber daya manusia yang ada. Guna, untuk bisa masuk ke dalam proses managerial di Provinsi Jabar, kan itu tidak mudah. Sehingga perlu perhitungan cepat, jika diambil oleh provinsi akan keluar biaya. KDM, harus berhitung berapa duit sehingga harus diaudit agar jelas kebutuhannya,”beber Kang Uki.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!