Sudah Capai 87 Persen Pembangunan Alun-Alun Dadaha Kota Tasik, Akan Diresmikan RK

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Progres pembangunan Alun-Alun Dadaha Kota Tasikmalaya. Kini, sudah mencapai sekitar 87 persen. Pembangunan itu, dikerjakan oleh CV Pualam Cipta Sarana. Dengan, menelan anggaran sebesar Rp 11 milyar dari APBD Provinsi Jabar. Sesuai, dengan nilai kontrak target pembangunan Alun-Alun Dadaha itu selesai, 5 September 2023.

“Pengerjaannya hampir semuanya selesai, kecuali wall climbing dan beton poros yang dilapang upacara,”beber pelaksana dari CV Pualam Cipta Sarana, Tedi Kusnadi yang didampingi, Habib Ansori, Minggu (20/08/2023).

Saat ini, tutur Tedi. Wall climbing (panjat tebing) tersebut sedang dikerjakan dan ketinggianya itu sekitar 15 meter. Serta, ada dua track yakni speed wall dan bouldering wall. Sedangkan, poros beton juga sama sedang dalam masa pengerjaannya. Lokasinya poros beton itu berada dilapang upacara. Karena, Alun-Alun Dadaha bisa digunakan juga untuk kegiatan upacara.

Lapang upacara itu, mengunakan poros beton. Supaya, antisipasi bila nantinya terjadi banjir. Sehingga, pihaknya memasang pasang biopori dan fungsinya itu untuk menyerap air, makanya pakai poros beton. Tentunya, diharapkan tidak akan terjadi banjir dikawasan Alun-Alun Dadaha Kota Tasikmalaya itu.

Habib menambahan, bahwa Alun-Alun Dadaha itu. Tadinya, rencananya bakal segera diresmikan oleh Ridwan Kamil (RK) pada, 28 Agustus 2023. Namun, ternyata kondisi dilapangannya belum memungkinkan. Karena target selesai pembangunannya, pada awal minggu pertama September 2023. Sehingga, belum tahu terkait kapan peresmiannya itu. Apakah, memang tetap mau diawal September ataukah memang diakhir Agustus.

Saat ini, fasilitas yang sudah dibangun di Alun-Alun Dadaha itu. Diantaranya, ada playground, bale payung, panjat tebing, panggung terbuka, podium, lapang upacara, 2 pintu masuk, tugu jabar dan sisanya taman. Selain itu, ada juga display untuk UMKM dengan etalase produk 3 ruangan, 49 lampu taman, ornamen kujang, toilet, lahan parkir motor, tiang bendera dan lainnya.

“Ada sejumlah pohon yang sudah kita ditanam. Diantaranya itu, pohon palem raja, tabebuya, ketapang, bintaro, kamboja gede dan yang lainnya. Mudah-mudahan saja, Alun-Alun Dadaha ini bisa menjadi ruang publik baru bagi masyarakat,”harapnya.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!