Difasilitasi Aspirasinya, Ratusan Petani : Terimakasih Ketua DPRD Pangandaran

Pangandaran (kilangbara.com)-Ratusan petani Kabupaten Pangandaran mendatangi gedung DPRD Kabupaten Pangandaran, 12/09/2022). Mereka datang, guna menyampaikan aspirasinya terkait persoalan-persoalan yang saat ini terjadi pada sektor pertanian.

Para petani itu terdiri dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kabupaten Pangandaran, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Pangandaran, Asosiasi kapol, asosiasi tembakau, pemuda tani dan perempuan tani.

Ditemui usai menyalurkan aspirasinya itu ke DPRD. Ketua KTNA Kabupaten Pangandaran, Dadang Suherman mengatakan, keberadaan KTNA adalah mitra bagi pemerintah di bidang pertanian. Hingga saat ini KTNA belum menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya, karena terbentur terkait anggaran.

Potensi pertanian di Kabupaten Pangandaran sangatlah luar biasa. Tapi walaupun tidak ada anggaran, namun teman-teman petani masih tetap masih berjalan.

Sementara itu, Warli salah satu Gapoktan di Pangandaran meminta kepada pemerintah untuk tidak mempersulit, para petani terkait dengan Bahan Bakar Minyak (BBM). Apalagi sebentar lagi memasuki musim tanam.

“Kalau bisa BBM untuk petani jangan dipersulit, turunkan harganya. Selain itu, para penyedia jangan membuat ribet para petani. Padahal para petani sudah dibekali dengan kartu tani,”ujarnya.

Ditempat sama, Sahyo mencontohkan bahwa seorang petani, ketika membeli pupuk disalah satu kios yang dapat menggunakan kartu tani, pada saat membeli pupuk tersebut, ternyata sudah habis.

Karena kebutuhan yang mendesak, petani tersebut. Pasti mencari ke kios pupuk yang lain, namun karena kios pupuk lain tidak menggunakan kartu tani maka harga pupuk tersebut menjadi mahal. Masalah, pupuk jangan dibuat ribet, kan sudah ada kartu tani.

Hendaknya para petani di Kabupaten Pangandaran diberi bantuan alat pertanian yang canggih. Dengan alat yang canggih, maka proses pengolahan tanah menjadi cepat, kan tanam iti harus serentak tidak boleh berbeda-beda.

Lanjut dia, saat ini petani selalu kesulitan mencari buruh tani, pada saat musim panen tiba. Banyak buruh tani yang saat ini enggan untuk memanen padi. Karena, buruh tani sudah mendapatkan berbagai macam bantuan dari pemerintah.

“Mereka itu kan sudah dapat bantuan beras dari pemerintah, jadi mereka berfikir buat apa ke sawah kan nanti juga dikasih sma pemerintah,”bebernya.

Dirinya berharap, pemerintah saat memberikan bantuan sosial sebaiknya dalam bentuk uang tunai saja. Karena, dirinya khawatir kalau seperti ini terus, banyak petani yang tidak lagi mau menanam padi.

Ahmad Susanto, perwakilan dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Pangandaran. Meminta, adanya kebijakan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran dan juga Pertamina terhadap para petani, terutama petani tembakai terkait dengan BBM.

Para petani tembakau pada saat pengeolahan hasil panen, memerlukan bahan bakar jenis pertalite dimana saat ini harganya naik. Dinas terkait setidaknya bisa mengeluarkan rekomendasi, sehingga petani bisa membeli BBM di SPBU untuk kepentingan pertanian.

Selain itu, untuk penanganan permasalah air irigasi di Kecamatan Mangunjaya. Hendaknya, kewenanganya diserahkan ke BBWS saja, agar pengairan sawah di Mangunjaya berjalan lancar.

“Ada sekitar 300 hektar sawah yang selalu kekeringan padahal dekat dengan Sungai Citanduy,”imbuhnya.

Pihaknya, mengucapkan terimakasih kepada Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin. Karena, telah memfasilitasi dan koordinasi dengan para petani di Kabupaten Pangandaran.(Age)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!