Omzet Turun, Pedagang Tahu Tempe, di Kota Banjar Menjerit
Banjar (kilangbara.com)-Ekses harga kedelai naik, sejumlah pedagang tahu tempe di Kota Banjar, menjerit. Pasalnya, mengalami dampak penurun yang drastis. Sehingga omzet penjualanya otomatis menurun.
“Kenaikan harga kacang kedelai yang semula harga Rp. 6.500. Kini, naik menjadi Rp. 10.800 sangat jelas terasa dampaknya, bagi para pedagang,”beber Ketua Paguyuban Pedagang Tahu Kota Banjar Enceng Rahmat, Jum’at (04/05/2021).
Kata Enceng, menyikapi hal tersebut, sejumlah anggota paguyuban pedagang tahu. Adakan musyawarah yang di hadiri 38 pedangan dan pengusaha tahu, juga perwakilan pengusaha pedagang kacang kedelai Kota Banjar dan didampingi DPD APKLI Kota Banjar. Di Balai Dusun Parung Desa Balokang Kecamatan Banjar.
Hasil musyawarah yang dihadiri 38 pengusaha dan pedagang tahu itu. Sepakat memberikan keputusan bersama. Dengan kenaikan harga jual eceran mulai dari harga tahu kecil Rp. 2000,-/10 biji dan sejenisnya dan juga Rp.4.000,-/10 biji tahu besar. Bahkan untuk harga per palcon juga naik menjadi Rp. 65.000/200 biji, baik untuk pedagang eceran maupun konsumen.
Ketua DPD APKLI Kota Banjar, Usep Herliana membenarkan, hasil survey dilapangan. Dengan adanya kenaikan harga kacang kedelai itu. Telah membuat para pedagang tahu tempe di Pasar Kota Banjar goyah. Sehingga jelas akan berdampak kepada produksi dan penghasilan penjualannya.
“Dengan kondisi seperti ini, kami kuatir akan munculnya demo mogok jualan, seperti di daerah lain. Karena produk tahu tempe termasuk kebutuhan makanan pokok. Diharapkan, harga kacang kedelai bisa kembali stabil,”pintanya.(Wan)

