Studi Banding ke Semarang, FKS & Pemkot Tasik, Berharap ODF Bisa 100 Persen
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Rencananya,
Forum Kota Sehat (FKS) Kota Tasikmalaya. Dengan sejumlah OPD yang berada dilingkungan Pemkot Tasikmalaya. Akan, melakukan studi banding ke Kota Semarang, 7-9 Juni 2021.
“Kami dari FKS ada 10 orang yang ikut, sedangkan dari OPD itu, ada dari Setda, Dinkes, Bappeda, PUPR, Dinsos, Perawaskin, para Camat dan lainnya,”ujar Ketua FKS Kota Tasikmalaya, Hj Atit, Sabtu (05/05/2021).
Atit, menjelaskan pihaknya berangkat akan mengunakan kendaraan sendiri, bersama FKS. Serta memakai anggaran dari dana hibah dari Pemkot Tasikmalaya. Adapun dari OPD itu, mengunakan kendaraan dinas masing-masing. Sedangkan, kenapa ke Kota Semarang, membawa sejumlah OPD. Karena, nanti langsung dalam kunjungan itu, akan ditindak lanjuti oleh kedua pemerintah kota tersebut.
“FKS dan sejumlah ASN yang akan ikut studi banding, sudah dilakukan swab test antigen. Sehingga, kami berangkat pun, tetap mengikuti protokol kesehatan, apalagi dari Pemkot Semarang juga sudah welcome,”ungkapnya.
Dosen Poltekes Tasikmalaya itu menuturkan, tujuan studi banding tersebut, karena Kota Semarang dapat penghargaan terbaik dalam bidang kesehatan tingkat nasional (wistara dua). Sehingga, pihaknya ingin mengetahui, bagaimana pengelolaannya ODF tersebut. Selain itu, juga ingin mengetahui dalam bidang lalin, PKL, anjal, pengamen dan lainnya.
“Kami berharap, nanti setelah dari Kota Semarang. Di Kota Tasikmalaya ODF bisa 100 persen. Karena, Kota Tasik tidak bisa ikut dua kali, dalam swastisaba. Sebab, ODF belum 100 persen, padahal inovasi warga luar biasa,”terangnya.
Atit, menambahkan problem di Kota Tasikmalaya, setelah diteliti ada 3 Kecamatan yang eksotik. Masalahnya itu, tidak ada lahan buat septi tank, BAB ke sungai, sehingga menimbulkan potensi penularan banyak penyakit.
“Ya, semoga saja di 2023 lulus dan bisa swasti sabawistara kedua, serta tentunya ODF bisa 100 persen. Kota Tasikmalaya, pada 2017 masih wistara satu. Karena, sekarang harus pakai kunci, ODF stop BAB sembarangan,”imbuhnya.
Diakui oleh Atit, dulu pihaknya pernah melakukan studi banding ke Kota Pekalongan, pada 2016. Kunjungan itu, berkaitan dengan pasar sehat pengelolaan anjal. Setelah, kunjungan tersebut Kota Tasikmalaya, bisa meraih penghargaan swasti sabawistara ke satu, untuk tingkat nasional.
“Kalau studi banding ke Kota Semarang itu, pure aspirasi dari FKS. Lalu disampaikan ke Pemkot Tasikmalaya. Kemudian diresponnya,”pungkasnya.(AR)

