Bansos UMKM di Kel.Leuwiliang Dipungut Biaya, Dalih Operasional RW & Kelurahan?

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Pengajuan bantuan sosial dari program Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM), sebesar Rp 1,2 juta dari pemerintah. Ternyata, di Kelurahan Leuwiliang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Kini, menimbulkan gejolak dari sejumlah masyarakat. Pasalnya, warga yang mengajuan dana hibah tersebut, banyak yang mengeluhkan. Karena, malah diduga dipungut biaya sebesar Rp 25 ribu per Kepala Keluarga.

“Seperti yang terjadi di RW 06, dalihnya pungutan tersebut untuk biaya pengurusan, lalu disetorkan kepada pegawai Kelurahan Leuwiliang dan operator,”kesal sumber yang tidak mau disebut namanya, Senin (19/04/2021).

Sumber menjelaskan, jika tidak mengajukan kepada Ketua RW, maka di Dinas Indag juga diancam bakal dicoret. Sehingga, akhirnya terpaksa rame-rame sejumlah warga pun, harus membayar uang pelicin, Rp 25 ribu itu ke RW. Padahal, dalam ketentuannya itu, tidak ada pungutan biaya tersebut.

“Bukan hanya di RW 06 saja, tapi juga terjadi disemua RW yang ada, di Kelurahan Leuwiliang. Coba saja bayangkan, jika pengajuan progran UMKM ada sekitar 3 ribu Kepala Keluarga, dikalikan 25 ribu?tentu nilainya sangat fantastis,”herannya.

Pungutan liar itu, kata sumber saat ini telah viral dimedsos. Karena, sejumlah masyarakat merasa keberatan. Serta tidak setuju dengan adanya pungutan uang tersebut. Pihaknya, berharap kepada Dinas Indag Kota Tasikmalaya, agar segera menindaklanjutinya.

“Tolong, Pak Camat Kawalu juga bisa turun ke lapangan. Dengan keluhan pungutan biaya tersebut, karena, pungutan itu semakin jadi sorotan,”pintanya.

Sementara itu, saat kilangbara.com meminta tanggapan tersebut kepada Ketua RW 06 dirumahnya. Ternyata yang bersangkutan tidak ada ditempat, menurut istrinya, sedang berada di Kantor Kelurahan Leuwiliang. Namun, ketika awak media, sudah berada di Kantor Kelurahan itu, Ketua RW 06 pun tidak ada, hanya bertemu dengan Ketua RW 07 Husen (46).

Sehingga, ditanyakan ke Husen, apa benar warga yang mengajukan program UMKM, diseluruh RW Kelurahan Leuwiliang, dipungut biaya?Husen pun membenarkan, pihak RW dilingkungan Kelurahan Leuwiliang memungut biaya Rp.25 ribu rupiah. Adapun, pungutan dari warga itu, digunakan untuk operasional RW. Serta secara adat ketimuran juga berbagi. Dengan pegawai yang ada di Kelurahan Leuwiliang.(DN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!