Ini Alasannya, PO Budiman Belum Bisa Melayani, Sejumlah Penumpang

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Pasca adanya sejumlah aturan baru, sejak arus balik dari pemerintah.Perusahaan Otobus (PO) Budiman yang berada di Pool Tasikmalaya, belum juga beroperasi.Sehingga tidak bisa melayani para penumpang dengan berbagai tujuan.Tak ayal, kini banyak penumpang pun jadi penasaran, kapan bisa kembali beroperasi lagi.

Bagian operasional PO Budiman Tasikmalaya, Ijen menuturkan pasca keluarnya Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) dari pemerintah untuk wilayah Jabodetabek.Kini semua crew wajib memiliki SIKM dan harus ada keterangan sehat (rapid test) dari klinik atau rumah sakit.Serta juga keterangan dari RT, Kelurahan dan surat tugas dari perusahaan.

“Kami sudah melengkapi persyaratan tersebut.Bahkan sudah dikirim ke pemerintah, sekitar 1 minggu lalu.Namun hingga saat ini, belum ada balasannya.Intinya, kami sudah siap beroperasi, tinggal menunggu saja, kapan turun surat tersebut.Tentunya ini bicara khusus yang ada di Pool saja.Adapun untuk bus budiman armada kecil seperti trayek Cirebon, Pangandaran dan lainnya, beda management,”ujarnya, ketika ditemui di Pool Budiman Tasikmalaya, Senin (01/06/2020).

Ijen mengatakan saat ini, Terminal yang boleh buka di Jabodetabek itu, hanya Terminal Pulo Gebang saja.Sesuai dengan instruksi dari Kemenhub RI.Meski awalnya itu bersama Jatijajar dan Polris.Namun, akhirnya yang diperbolehkan tersebut, hanya Pulo Gebang.

PO Budiman, punya izin 10 trayek ke Pulo Gebang itu.Tapi ketika mau beroperasi 10 unit tersebut.Tiba-tiba saja ada lagi keputusan dari Kemenhub lewat Kepala Terminal Pulo Gebang.Ternyata hanya memperbolehkan operasi 1 unit saja dalam 1 harinya.Sehingga otomatis hanya 2 unit yang bisa beroperasi.Dengan crew 1 unitnya itu, ada 2 pengemudi dan 2 kondektur.

“Kalau dari wilayah Priangan Timur, hanya PO Budiman saja yang bisa ke Jakarta.Adapun untuk harga tiket ke Pulo Gebang itu, hanya Rp 150 ribu.Sedangkan terkait jumlah penumpang itu, maksimal 20 orang dari 44 seat bus yang ada.Bahkan untuk mencegah penyebaran Covid-19, crew dan penumpang wajib mengikuti protokol kesehatan.Dengan memakai masker, kami juga menyediakan tempat cuci tangan.Bahkan bus juga disemprot disinfektan,”bebernya.

Ijen juga menambahkan, selain crew diwajibkan untuk memiliki SIKM.Sejumlah penumpang juga sama, harus memiliki SIKM, dengan sejumlah syarat.Diantaranya, harus ada keterangan sehat (rapid test) dari klinik atau rumah sakit.Serta juga keterangan dari RT dan Kelurahan.

“Nantinya, klau crew sudah lengkap, jadi silahkan para penumpang yang akan berangkat, harus melengkapi dulu SIKM.Karena, sebelum naik bus, kami akan memeriksanya dulu.Sebab, dikuatirkan ketika nanti pas ada cek point oleh petugas di Gentong, Cileunyi ataupun di Cikarang, bisa beresiko,”ungkapnya.

Ketika disinggung kenapa trayek ke timur (Jawa) belum beroperasi, pria yang juga menjabat sebagai RT itu, menjelaskan semua terminal didaerah Jawa hingga sekarang ini belum ada yang buka.Meski ke arah timur tersebut, saat ini tidak memberlakulan SIKM seperti di Jabodetabek.

“Tapi kalau terminalnya sudah buka, Insya Allah bisa beroperasi lagi.Kami memiliki trayek ke Solo, Yogyakarta, Semarang, Sragen, Wonigiri, Pekalongan, Jepara, Tegal, Wonosobo, Pacitan dan lainnya,”pungkasnya.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!