Kendaraan Dilarang Masuk, Kini Hazet Mirip CFD, Dibanjiri Pejalan Kaki & PKL

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Meski Jalan KH Zaenal Mustofa (Hazet) Kota Tasikmalaya. Sudah, ditutup bagi sejumlah kendaraan dari pukul 15.00-19.00 WIB setiap harinya, sejak
Kamis (06/05/2021). Namun, ternyata tidak menyurutkan langkah, sejumlah masyarakat, datang berbelanja ke kawasan jantung ekonomi Kota Tasik itu.

Buktinya, mereka tetap nekad berdatangan, berburu keperluan lebaran dengan cara berjalan kali. Walaupun, Kota Tasik sudah masuk zona merah, penyebaran Covid-19. Sehingga, tak heran dikawasan tersebut, mulai pukul 15.00 WIB, malah lebih mirip arena Car Free Day (CFD). Pasalnya, banyak masyarakat yang berjalan kaki. Serta juga diramaikan oleh sejumlah tenda PKL fashion dadakan, para pedagang makanan yang mengunakan roda dan lainnya.

“Ya ini, suasananya lebih mirip CFD waktu dulu, yang pernah digelar di Hazet (sekarang CFD pindah ke Cilembang). Banyak, pejalan kaki dan diramaikan oleh para PKL. Sehingga, Hazet benar-benar menjadi magnet,”beber Andi, salah satu warga Kota Tasikmalaya, Sabtu (08/05/2021).

Andi menuturkan, dirinya datang ke Hazet, terpaksa harus jalan kaki, dari Taman Kota. Karena, kendaraannya tidak boleh masuk dan diparkir disekitar lokasi Mesjid Agung. Adapun, kedatanganya itu ke Hazet, guna untuk berbelanja keperluan lebaran.

Sebelumnya, Kanit Patroli Lalin Polres Tasik Kota, Ipda Soni Alamsyah SH, Jumat (07/05/2021), mengatakan
penutupannya Hazet itu, dimulai dari pukul 15.00-19.00 WIB. Tapi, kalau terlihat antrian kendaraan masih panjang, bisa sampai pukul 21.00 WIB. Adapun, penutupan itu juga berkaitan dengan status zona merah, penyebaran Covid-19 di Kota Tasikmalaya.

“Penutupan dikawasan Hazet ini, mulai dari arah Tamkot hingga perapatan Panyerutan. Lalu, semua akses ke Hazet juga ditutup, seperti Jalan Selakaso, Empang, Pataruman, Cihideung dan lainnya,”ungkapnya.

Roni menjelaskan, penutupan tersebut akan dilakukan setiap hari, dimulai dari sore, jadi kalau pagi sampai siang, masih bisa dilewati. Adapun, dalam satu hari itu, ada ribuan kendaraan yang masuk kawasan Hazet. Sehingga, guna untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 dan kemacetan. Terpaksa, kendaraan tidak bisa melintasi pada setiap sorenya.

Pantauan, kilangbara dikawasan Hazet, sejak sore hingga buka puasa, terus ramai didatangi sejumlah masyarakat, berbelanja. Bahkan, ketika saat buka puasa, sejumlah pedagang makanan dan minuman, diserbu pengunjung. Tak dipungkuri, Hazet benar-benar jadi magnet.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!