29 Tahun Berdiri, RS Jasa Kartini Tasik Terus Berinovasi dan Berikan Layanan Terbaik

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Rumah Sakit Jasa Kartini (RSJK) Tasikmalaya. Kini, tidak terasa bisa bertahan selama 29 tahun. Dapat, eksis memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Diusianya sekarang ini, rumah sakit swasta itu terus berinovasi terkait digitalisasi dan fasilitas lainnya.

Sesuai visi, RSJK memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Tasikmalaya dan sekitarnya. Salah satunya itu, dari pemenuhan pelayanan bagi masyarakat. Dalam, pelayanan kecelakaan kerja, kecelakaan lalu lintas dan kecelakaan lainnya. Dengan, adanya 3 tenaga dokter orthopedi yang siap memberikan pelayanan setiap hari walau hari libur

Selain itu, adanya layanan pemasangan AV Shunt. Bagi, pasien cuci darah yang mana bisa dilakukan di RSJK oleh dokter BTKV. Sehingga, tidak perlu lagi harus dirujuk ke Bandung. Kemudian, terkait kegiatan CSR baik kepada masyarakat dalam event yang diadakan RSJK atau instansi yang berkerjasama baik pemerintah maupun swasta. Selanjutnya CSR, dalam pembayaran BPJS kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Tema HUT ke-29 RS Jasa Kartini adalah:
“Adaptive, Competent, and Beyond”. Dalam meriahkan HUT 29 tahun RSJK juga mengadakan Gebyar Ramadhan :

1. Bakti sosial yg diadakan diwilayah Gunungtanjung Kabupaten Tasikmalaya. Dengan, pemeriksaan gratis, konsultasi gizi, konsultasi kesehatan, pemberian sembako.
2. ⁠Perlombaan yang melibatkan pihak pegawai, keluarga pegawai, pasien, kelaurga pasien, pengunjung RSJK dan pelanggan RSJK.
3. ⁠Puncak tanggal 9, kegiatan tausyiah, memperingati nuzulul quran, santunaan bagi anak yatim bagi keluarga pegawai, warga sekitar dan masyarakat didaerah daerah tertentu di Kota Tasikmalaya
4. ⁠Pengahargaan karyawan dengan memberikan umroh gratis bagi 3 orang pegawai.

Sementara itu, dalam konferensi pers dengan sejumlah awak media. Direktur PT. Karsa Abdi Husada, H. Cecep Hendra, MBA mengungkapkan rasa terima kasih. Serta, apresiasi yang mendalam kepada semua pihak yang telah mendukung RSJK. Telah, menghadirkan layanan kesehatan terbaik selama ini.

Saat ini tutur Cecep di Tasikmalaya, sudah ada sebanyak 15 rumah sakit berdiri. Bahkan, jumlahnya itu paling banyak diwilayah Priangan Timur. Meski begitu, kehadiran rumah sakit tersebut bukan sebagai saingannya. Namun, justru bisa menjadi mitra kerjasamanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemasaran RS Jasa Kartini, Ai Uuh M., Amd, Kep., SH menjelaskan terkait pasien PBI non aktif di RSJK. Pihaknya, telah memastikan tetap melayani pasien dengan status kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) non aktif.

“Apalagi, pasiennya tersebut terus menerus. Langkah, kami kerjasama dengan Dinsos, BPJS Kesehatan dan Dinkes,”ungkapnya menjawab pertanyaan dari salah satu wartawan. Di Aula RSJK Lantai 5, Minggu (9/03/2026).

Komunikasi terang Ai, tidak pernah ada kendala sehingga pasien pun bisa langsung terlayani. Rata-rata jumlah itu, ada sekitar 5-6 pasien PBI non aktif tersebut. Proses waktunya itu 24 jam, sedangkan Dinsos secara aktif bisa dihubungi waktunya tidak terbatas.

Direktur RS Jasa Kartini dr. Riadhi Yulianto, Sp.B., Subsp.Onk (K)., SE., MBA menambahkan. Bahwa, pasien PBI non aktif itu ada instruksi supaya bisa dibantu ke BPJS kesehatan, Dinsos dan Dinkes. Sehingga, pasien tidak dibiarkan begitu saja. Kasihan, masa tidak dibantu dan dipastikan RSJK bisa melayani mereka.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!