Ketua ASOBSI : Dengan Sistem Zonasi Bisa Minimalisir Sampah di TPA Ciangir Kota Tasik

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Ketua Umum Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI), Wilda Yanti memberikan sebuah solusi. Dalam, upaya untuk meminimalisir sampah yang ada di TPA Ciangir di Kota Tasikmalaya. Salah satunya itu, melalui pemberdayaan Bank Sampah yang ada dikelurahan ataupun dikecamatan.

Caranya, dengan melakukan sistim zonasi disetiap kelurahan ataupun di kecamatan yang ada. Dengan dibangun, sapras berupa pusat daur ulang. Hingga, sejumlah sampah langsung tuntas ditempat. Sedangkan, sampah yang dapat didaur ulangnya itu bisa organik maupun non organik.

Sistem zonasi itu tersistem dan juga terintegrasi dengan Bank Sampah. Serta, dimanage harus satu jalur supaya tidak terjadi konflik dalam pengelolaan sampah. Sehingga, jika ada pusat daur ulang tersebut. Tentunya, setiap kelurahan ataupu kecamatan tidak perlu lagi harus buang sampah ke TPA Ciangir.

Sehingga, dengan cara buang sampah disistem zonasi tersebut. Jarak, bisa dekat dan biaya operasional lebih murah. Bahkan, nantinya dapat meminimalisir pembuangan sampah ke TPA Ciangir. Jika, pengelolaannya disistem zonasi itu berjalan bagus. Maka, pembuangan sampah ke TPA itu hanya sisanya saja sekitar 20 persen.

“Jadi, 80 persen sampah tersebut tuntas disistem zonasi. Penerapan seperti itu sudah berjalan di Kabupaten Banyumas,”ujarnya. Saat, tampil sebagai narasumber dalam Forum Group Discussion (FGC). Di Bale Kota Tasikmalaya, Senin (06/10/2023).

Gerakan Bank Sampah itu, kata Wilda. Jika, didukung dengan baik oleh pemerintah, dunia usaha, media massa, akademisi, komunitas dan lainnya. Bisa sangat efektif, dalam proses edukasi layanan dan melayani masyarakat sampah terpilah. Kendala selama ini, dukungannya itu sangat kecil. Sehingga, harus ditingkatkan terus, supaya bisa optimal dalam menjalankan perannya.

Plt Sekdis LH Kota Tasikmalaya, Feri menuturkan. Pada, saat ini kondisi di TPA Ciangir itu sudah krodit. Dalam, satu hari saja pembuangan sampah ke TPA itu mencapai sekitar 323,16 ton. Kebanyakannya itu sampah organik, bahkan grafiknya tersebut terus meningkat. Dibandingkan, dengan tahun-tahun sebelumnya.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!