DPRD Kota Tasikmalaya Dorong Tim Fasilitasi Diaktifkan Lagi, Dana CSR Harus Transparan
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Rahmat Sutarman. Dorong, agar tim fasilitasi sebagai leading sektor kegiatan CSR. Supaya, bisa secepatnya diaktifkan kembali sesuai dengan tupoksinya. Apalagi, selama ini sudah ada
Perda Nomor 4 Tahun 2015. Sehingga, tidak ada alasan lain tidak melaksanakannya.
“Bappelitbangda sebagai leading sektor dari Tim Fasilitasi Dana CSR itu,”ujarnya. Usai, memimpin audensi dari KOMPENI yang dihadiri Bappelitbangda, perwakilan BJB, BRI, BI, Asia Plaza, Dollar dan lainnya. Di Ruang Banggar DPRD Kota Tasikmalaya, Jumat (10/10/2025).
Politisi Partai Gerindra itu menuturkan, pihaknya memfasilitasi Kompeni dengan lembaga tersebut. Kompeni, ingin tahu kegatan yang sudah dilakukan oleh lembaga itu. Ternyata, lembaga usaha tersebut sudah melaporkan dan langsung melaksanakan kegiatan dana CSR itu pada 2024-2025.
Namun, patut dibangun lagi dengan tim fasilitasi yang sudah dibentuk Walikota Tasikmalaya sekitar 2015. Tim itu, hanya koordinir tidak ikut campur cuma mengawasi dan administasi sampai terima laporan. Sehingga, kegiatan dana CSR di Sekretariat Tim Fasilitasi akan terlaporkan secara transparan dan akuntable kepada publik.

“Keinginan Kompeni itu sejalan dengan Perda. Supaya, dana CSR bisa terkoordinir dan sinergi juga terpadu dengan program RPJMD. Saat ini, ada sebanyak 7 program skala prioritas diera kepemimpinan Viman Alfarizi-Diky Candra,”ungkapnya.
Dana CSR tutur Rahmat, salah satu aternatif untuk pembangunan dari sektor swasta. Sehingga, ada usulan dari Kompeni supaya tim fasilitasi itu harus diaktifkan lagi. Selain itu, lembaga usaha yang ada di Kota Tasikmalaya. Harus, bisa juga melaksanakan sesuai isi dalam Perda Nomor 4 Tahun 2015.
Apakah sudah tepat sasaran dana CSR selama ini?tentu, dengan tidak aktifnya tim fasilitasi itu tidak tahu. Makanya, secepatnya tim fasilitasi itu segera diaktifkan kembali. Agar, bisa mendata lembaga usaha untuk koordinasi bersama-sama. Serta, dapat memantau langsung kegiatan Dana CSR ke masyarakat.
Ketika disinggung tim fasilitasi pasif selama ini?Rahmat menyampaikan, sangat situasional. Karena, kemarin masa transisi juga tahun politik pemilu. Sehingga, saat ini momentum bisa diaktifkan kembali. Serta, harus pro aktif kepada seluruh lembaga usaha. Supaya, bisa melaksanakan tangungjawab sosialnya, dalam bentuk dana CSR.
“Kalau ditanya berapa jumlah dana CSR 2025-2025?saya belum dapat datanya, karena Kaban Bappelitbangda baru. Sehingga, belum melihat laporan tersebut. Makanya, harus diaktifkan lagi tim fasilitasi tersebut,”pintanya.(AR)

