4 Hari Panen Melon Import di Tasik 2.300 Ludes, Dari Jakarta & Subang Datang, Sisa 1.700 Lagi

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Panen melon telah menjelma menjadi sebuah wisata petik buah. Kehadirannya, rupanya menarik perhatian sejumlah masyarakat berdatangan. Salah satunya itu dibuktikan, saat panen melon import di Green House Karangresik di Jalan Baru (JB) Kota Tasikmalaya.

Terhitung, hanya dalam kurun 4 hari saja sebanyak 2.300 melon import ludes, diborong sejumlah pembeli. Uniknya, para pembeli itu bukan hanya datang dari Tasikmalaya saja. Namun, malah ada juga yang sengaja datang dari Jakarta, Subang, Garut, Sumedang dan lainnya. Termasuk, ada yang minta dikirim ke Tangerang dan Bogor.

“Panen itu, sebanyak 4.800 buah dan kemarin itu sudah ludes 2.300 dan sekarang tersisa 1.700 buah lagi. Pembeli yang jauh ada yang datang dari Jakarta, Subang, Garut, Sumedang dan lainnya. Bagi yang ingin datang silahkan, masih ada 1.700 buah lagi. Kita buka, dari pukul 08.00-15.00 WIB,”ajak Manager Teknik Budidaya Green House Karangresik, Hilman, Senin (18/08/2025).

Hilman menjelaskan, bahwa pembeli dari Subang itu memborong sebanyak 100 kilo, dari Garut 50 kilo, Jakarta 20 kilo dan Sumedang 15 kilo. Mereka itu, tahu ada panen melon dari media sosial. Sehingga, sengaja datang langsung ke Kota Tasikmalaya. Hanya, ingin memetik buah melon import ke Green House Karangresik.

“Sedangkan hari ini, ada dari Tangerang minta dikirim melalui paket sebanyak 300 kilo dan Bogor 100 kilo. Sekarang ini, dikebun masih tersisa itu ada sebanyak 1.700 buah. Kami, panen melon itu ada sebanyak 8 jenis melon import dan buka sampai dengan habis saja,”janjinya.

Mantan karyawan BRI itu menjelaskan. Pihaknya, panen sebanyak 4.800 melon terdiri 8 jenis melon produk Import semuanya. Jenisnya, ada yubari, hami, the blues, kirin, sky rocket, kintanan merah, inthanon, PA 95 dan lainnya. Rata-rata harganya itu, dijual hanya Rp 35 ribu per kilonya dan khusus bagi melon jubari Rp 60 ribu.

“Sejak kemarin jenis melon import yubari dari jepang, kirin dari malaysia dan dalmation dari malaysia sudah habis diborong pembeli. Sehingga, sekarang yang ada itu jenis hami, the blues, sky rocket, kintanan merah, inthanon dan PA 95. Dalam, satu hari rata-rata terjual sekitar 500 buah,”terangnya.

Kata pria asal Ciamis itu menambahkan. Bahwa sejumlah melon import tersebut, ditanam secara hidriponik. Dengan, mengunakak sistem irigasi tetes diareal 40 x 45. Serta, hanya mengunakan media tanam serbuk kelapa. Sedangkan, sejak tanam hingga panen sekitar 70 hari lamanya. Bibitnya, ada yang dari belanda, malaysia, jepang, vietnam dan lainnya.

“Alhamdulillah, panen petik buah melon ini mendapat animo yang sangat luar biasa. Padahal, panen ini adalah yang perdana dan tentunya hal itu sebagai pilot project. Karena, tidak mengira banyak yang datang dari luar kota,”pungkasnya.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!