Diserbu Warga!Panen 4.800 Melon Import di Tasik Jadi Wisata Petik Buah, Harga Terjangkau

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Sensasi panen melon import telah menjadi wisata petik buah. Sehingga, menarik perhatian sejumlah masyarakat berdatangan. Hanya, sekedar untuk memilih dan memetik sendiri dari pohonnya. Panen itu, telah menawarkan pengalaman unik. Bahkan, sensasinya berbeda dari membeli dipasar atau ditoko. 

Salah satu yang sedang panen melon import itu, di Green House Karangresik di Jalan Baru (JB) Kota Tasikmalaya. Dilokasi tersebut, kini sedang panen import buah melon sebanyak 4.800 buah terdiri 8 jenis melon. Jenisnya tersebut, ada yubari, hami, the blues, kirin, sky rocket, kintanan merah, inthanon, PA 95 dan lainnya.

“Rata-rata harganya itu, dijual hanya Rp 35 ribu per kilonya dan khusus bagi melon jubari Rp 60 ribu. Dari kemarin, sampai dengan 17 Agustus 2025 kita buka penjualan disini dari pagi hingga sore,”ujar Manager Teknik Budidaya Green House Karangresik, Hilman, Jumat (15/08/2025).

Hilman menjelaskan, semua melon itu berasal dari luar negeri dan khusus melon yubari jepang itu harganya beda. Karena teksturnya juga beda, jika dimakan pake sendok seperti jelly dan airnya pun manis banget. Sehingga, bisa dibuktikan sendiri dengan datang langsung ke Green House Karangresik.

Panen di Green House Karangresik itu berbeda dengan ditempat lain. Karena, biasa panennya itu dilokasi lain cuma ada 3 jenis melon saja. Tapi, dikebunnya itu malah ada sebanyak 8 jenis melon import. Sehingga, tentunya telah menjadi perhatian sejumlah penggemar melon.

“Petik melon dipohonnya telah menjadi wisata petik buah. Karena, selain sensasi bisa metik sendiri juga dapat menikmati poto ditengah kebun ini. Sejak kemarin, sudah banyak yang berdatangan ke sini memborong sejumlah jenis melon itu,”ungkapnya.

Mantan karyawan BRI itu menjelaskan, selain melon luar negeri itu dijual di Green House Karangresik. Termasuk juga dijual di Galery Melon di Jalan Sutisna Senjaya dekat BSI. Namun harganya itu lebih mahal menjadi Rp 36 ribu. Bahkan, bila beli di Supermarket harganya malah jadi meroket lagi menjadi Rp 40 ribu.

“Kalau disini kan dijualnya lebih murah dan bisa petik sendiri. Melon itu, sejak tanam hingga panen sekitar 70 hari lamanya. Bibitnya, ada yang dari belanda, malaysia, jepang, vietnam dan lainnya. Disini, ditanam secara hidriponik dengan sistem irigasi tetes diareal 40 x 45. Serta, mengunakan media tanam serbuk kelapa saja,”ungkapnya.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!