Diduga MCU Pake Jarum Suntik Bekas, Para Karyawan di PT SLI Meradang, Agus : Tidak Benar
Majalengka (kilangbara.com)-Sejumlah karyawan di PT Shoetown Ligung Indonesia (SLI). Kini meradang, pasalnya dalam Medical Chek Up (MCU) diduga
ada kecerobohan dengan mengunakan jarum suntik bekas. Bahkan, disinyalir ada juga korban akibat dugaan kecerobohan. Perusahaan yang beralamat di Jalan Lanud Sukani Gandawesi, Buntu, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka itu.
Salah satu karyawan yang namanya tidak mau disebutkan menjelaskan. Bahwa,
untuk pengambilan darah itu tidak menggunakan jarum suntik baru, bahkan juga ada korban segala. Pasalnya, ketika dirinya sedang melakukan MCU. Menaruh curiga, karena jarum suntik yang digunakan untuk pengambilan darah tidak memakai jarum suntik baru.
“Namun, memakai jarum suntik bekas pakai. Sehingga saya dan beberapa karyawan yang lain melaporkan adanya hal tersebut ke Hot Line WhatsApp KABAYAN (pengaduan karyawan),” bebernya, Kamis (17/10/2024).
Dengan adanya laporan itu ke Hot Line, lanjut sumber. Maka, pihak managemen langsung melakukan investigasi. Sehingga, sampai saat ini (MCU) itu ditutup sementara oleh pihak-pihak yang terkait.
Terpisah, HRD PT SLI, Agus membantah adanya tuduhan tersebut. Apalagi ada korban segala dan semua itu adalah hoax. Karena, untuk suntik biasa untuk pengambilan darah, sekarang ini pakai alat yang berbeda. Jadi, terlihat memang seolah-olah itu tidak diganti. Padahal, pastinya itu sudah diganti.
“Tapi memang jelasnya, harus melihat seperti apa alatnya supaya tidak ngomongnya disangka bohong. Kita, memang serius dalam arti sudah melakukan mitigasi,”ungkapnya.
Kemudian, saat ini proses MCU di berhentikan walaupun sebetulnya sudah dapat data-data atau faktanya. Tapi, tetap sebagai komitmen bagaimana melindungi kesehatan dan keselamatan karyawan. Pihaknya, akan lakukan sosialisasi lebih menyeluruh terkait dengan kondisi yang ada ke semua karyawan supaya mereka tidak ada ketakutan.
“Kami sudah melakukan MCU kepada kurang sekitar 4 ribuan karyawan dari total 11 ribu karyawan. Kita pun terbuka kita buka pos, klinik pun buka 24 jam. Tidak ada korban sampai saat ini dan itu, hanya isu saja,”pungkasnya.(Sam)

