Chandra : Pekerjaan Ratusan Juta di Setda Kab Tasik Diduga Fiktif, Akan Dilaporkan ke APH!
Kab.Tasik (kilangbara.com)-Sejumlah paket pekerjaan bernilai ratusan juta dikawasan Gebu (Setda Kabupaten Tasikmalaya). Bersumber, dari APBD-P Kabupaten Tasikmalaya disinyalir fiktif. Paket pekerjaan itu diantaranya, pengecatan lapang Setda dan Pendopo Baru pagu anggarannya senilai Rp. 477.750.000,00 dan nilai HPS senilai Rp. 184.025.000,00. Dengan, lingkup pekerjaan yang meliputi pekerjaan persiapan, penerapan SMKK, pekerjaan pelaksanaan yang meliputi pengecatan lapang Setda, pengecatan Pos Satpol PP Pendopo Baru, pengecatan halaman Setda, pengecatan gerbang Pendopo, pekerjaan plafond, pekerjaan renovasi kamar mandi dan pekerjaan lain-lain.
Adapun paket pekerjaan rehabilitasi kandang Pendopo Baru dengan pagu anggaran senilai Rp. 150.000.000,00 dan nilai HPS senilai Rp. 149.999.597,00 untuk lingkup pekerjaan pelaksanaan meliputi pekerjaan kandang kambing, pekerjaan gazebo tempat pakan, pekerjaan tempat minum kambing, pekerjaan pagar keliling dan pekerjaan lain-lain/pemberesan. Kedua paket pekerjaan tersebut, dikerjakan melalui CV. Selatan Bumi Mandiri yang beralamat di Kp. Gintung RT. 010 RW. 002 Desa Neglasari Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya dengan nomor NPWP ; 92.963.319.6-425.000.
Adanya dugaan fiktif itu, setelah dilakukan cek dan ricek oleh sejumlah awak media ke lokasi pada Selasa, 2 Januari 2024. Ternyata, tidak ada pekerjaan atau rehabilitasi apapun. Baik itu, dikandang kambing ataupun dibeberapa pekerjaan lainnya seperti pagar Pendopo Baru dan Pos Satpol PP Pendopo Baru serta lainnya. Terkecuali, ketika pembangunanya saja beberapa waktu lalu.
“Akhirnya, kami melayangkan surat audiensi terhadap Kepala Umum, Kearsipan dan Perpustakaan, Sekda Kabupaten Tasikmalaya sekaligus Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK),”ujar Ketua DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Tasikmalaya, Chandra Simatupang, Jumat (06/01/2024).
Saat auden itu, terang Chandra. Pihaknya, bertemu dengan Kabag Umum, Kearsipan dan Perpustakaan Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Herni Herliani diruang kerjanya. Dalam, kesempatan itu Herni mengatakan jika pekerjaan tersebut bukan fiktif. Tapi, belum dikerjakan dan akan dikerjakan pada awal tahun ini. Dalihnya yang merakit pekerjaan itu dari luar, sambil menyebutkan suaminya bekerja di Polres dan sejumlah anggota keluarganya dari Polri dan ormas serta media.
“Suami saya juga bertugas di Polres Kota Tasikmalaya, terus keluarga saya seperti paman di Polda, ada juga di Ormas dan media. Tapi, bukan berarti kalau ada permasalahan disini, saya tetap akan diperiksa juga jika bersalah,”ungkapnya.
Ketika disinggung, oleh PWRI dalam audensi itu. Apakah, inti dari jawabannya yang sudah diperintahkan oleh Asda 3 dan Sekda Kabupaten Tasikmalaya. Tiba-tiba saja, Herni langsung menyuruh salah satu orang yang mendampinginya. Guna, mengambil map yang berisikan amplop warna putih dan diberikan kepada awak media dengan kalimat untuk ngopi.
Sontak saja, statement Herni tersebut. Ternyata, membuat semua anggota PWRI yang hadir itu kaget. Karena, sangat melecehkan profesi jurnalis. Sebab, diduga kuat hendak melakukan upaya penyuapan terhadap permasalahan pekerjaan yang diduga fiktif tersebut. Sehingga, amplop warna putih itu langsung ditolaknya dan akhirnya audensi pun bubar.
“Terus terang, kami sangat kecewa dan akan segera melaporkan paket pekerjaan yang diduga fiktif itu, ke pihak Aparatur Penegak Hukum (APH),”ancamnya.(Iwa)

