Oknum Staf Desa Banyuasih, Disinyalir Terseret Kasus Janda Melahirkan Bayi Hingga Meninggal

Kab.Tasik (kilangbara.com)-Kasus janda yang notabene oknum staf Desa Singasari, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, DN. Disinyalir, melahirkan bayi tanpa suami, hingga bayinnya itu meninggal dunia. Ternyata, kini menjadi bola liar menyerempet ke berbagai pihak. Sehingga kasus itu, semakin menarik saja untuk disimak. Bahkan, terbaru muncul nama oknum staf Desa Banyuasih, Kecamatan Taraju, NS.

Dugaan keterlibatan NS itu, diungkapkan langsung oleh Bidan RN. Bidan tersebut, membeberkan keterlibatan NS itu. Berawal, ketika dirinya menerima telepon dari NS pada, 12 September 2023 sekitar pukul 06.00 WIB. Dalam isi telepon tersebut, NS mengutarakan maksudnya minta tolong. Kepada, Bidan RN akan menitipkan bayi untuk sementara saja. Nanti, bayi itu akan diantar oleh suruhnya ke rumah RN.

Lalu, Bidan RN pun bertanya terkait bayi tersebut. Namun, NS memotong pertanyaan itu. Seraya, mengatakan
untuk pembicaraan lebih lanjut nanti dijelaskan. Intinya, untuk sementara itu titip dulu bayi tersebut, karena urgen.
Setelah kurang lebih 5 menit, datanglah kedua orang pria tak dikenal suruhan NS. Dengan, membawa bayi digendong mengendrai sepeda motor.

“Dengan rasa kemanusiaan, saya pun menerima bayi tersebut. Jenis kelaminnya itu, laki laki dengan berat badan 2,2 kg, panjang badan 47 cm, tonus otot aktif dan warna kulit kemerahan. Kemudian, saya melaporkan kepada pemerintahan setempat, sekitar pukul 14.00 WIB,”bebernya, Jumat (10/11/2023).

Setelah itu, kata Bidan RN. NS pun datang dengan membawa perlengkapan bayi, beserta susu. Kemudian, dirinya bermaksud menyerahkan kembali bayinya tersebut kepada NS. Namun, anehnya NS malah menolaknya dengan alasan pekerjaan dikantornya. Selanjutnya, Bidan RN pun berkata kepada NS. Jika, suatu saat terjadi sesuatu kepada bayi tersebut, dirinya tidak bertanggung jawab. Lalu, NS pun menyetujuinya dan sekitar pukul 19.00 WIB, NS pun pulang ke rumahnya.

Keesokan harinya, sekitar pukul 07.00 WIB. Bayi itu, tiba-tiba saja tidak mau menete dan napasnya terlihat tersendat-sendat. Kemudian, dirinya memberitahukan NS dan NS pun segera datang akan membawa bayi itu ke Puskesmas. Namun, belum sempat dibawa ke Puskesmas. Bayinya tersebut meninggal dunia pada 14 September 2023 sekitar pukul 10.00 WIB.

Kemudian, jasad bayi tersebut dimandikan oleh Ketua RT dan tokoh agama setempat bersama keluarga Bidan RN juga keluarga dari NS. Lalu NS pun memberikan uang sebesar Rp.500 ribu rupiah untuk biaya pemulasaraan mayat bayinya.

Terpisah, NS saat ditemui di Kantor Desa Banyuasih mengaku. Bahwa, dirinya menerima bayi itu dari ibu bayi tersebut yakni janda berinisial DN oknum staf di Desa Singasari, Kecamatan Taraju. Dengan, alasan minta tolong kepada dirinya untuk segera menyelamatkan bayinya.

NS mengaku bingung saat dirinya diminta oleh DN. Namun, karena alasan kemanusiaan, akhirnya mengambil bayi tersebut. Serta, menelpon Bidan RN untuk meminta tolong. Agar, bisa merawat bayi temennya dirumah Bidan RN untuk sementara waktu. Serta, langsung menyuruh kedua orang laki-laki. Guna, untuk membawa bayi itu ke rumah Bidan RN.

“Ya, saya suruh dua orang laki-laki itu untuk mengantar bayi tersebut. Ke rumah Bidan RN yang berada di Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir. Namun, saya tidak mau menyebut nama kedua orang pria tersebut,”janjinya.

Sementara itu, Kepala Desa Banyuasih Kecamatan Taraju, Suherman. Saat diminta keterangannya, mengaku sudah berupaya melakukan komunikasi dengan stafnya itu (NS). Supaya, bisa menceritakan kronologi yang sebenarnya saja, agar tidak terjadi fitnah.

“Saya sudah melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Singasari. Agar, bisa memanggil orang yang sudah disebutkan (DN) bisa hadir ke Desa Banyuasih. Namun, Kades Singasari malah tidak siap untuk memfasilitasi kepada yang bersangkutan,”ungkapnya.

Sebelumnya, diduga oknum janda staf Desa Singasari, Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya, DN. Disinyalir, telah melahirkan seorang bayi tanpa suami. Kejadian itu, ramai karena telah menyeret nama bidan RN dan dukun beranak NF. Setelah bayi itu lahir dan menginjak 3 hari, bayi itu meninggal dunia. Jenazahnya, dimakamkan di Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya.(DN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!