Pemkot Tasik Diskriminatif, Pepmatas Akan Kembali ke Batu Andesit, Apapun Itu Resikonya

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Pembina Perhimpunan Pedagang Masyarakat Tasikmalaya (Pepmatas), Ir H Nanang Nurjamil mengaku kesal. Dengan, sikap diskriminatif Pemkot Tasikmalaya yang melarang komunitasnya berjualan diareal batu andesit. Namun secara kasat mata, justru malah membiarkan PKL yang lain, bisa enjoy berjalan dibatu andesit tersebut.

“Tentunya ini sikap diskriminatif. Kenapa PKL lain bisa berjualan di batu andesit. Sementara kami ini, justru dilarang berjualan, ada apa ini?,”herannya. Saat, audensi dengan Komisi 2 DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (08/11/2022).

Kata Nanang, kalau memang dibatu andesit itu tidak boleh ada yang berjualan. Tentunya, Pemkot Tasikmalaya harus tegas dan konsisten. Jangan paradoksal, membiarkan PKL lain berjualan. Namun, terhadap Pepmatas sendiri malah diusir. Sehingga, pihaknya terpaksa harus pindah berjualan dipinggir Jalan Mesjid Agung sampai sekarang ini.

Terkesan, Pemkot Tasikmalaya begitu alergi dengan Pepmatas. Padahal, Pepmatas itu organisasi yang sudah berbadan hukum. Serta, berjualan pun cuma pada hari rabu saja, mulai dari pukul 06.00-12.00 WIB. Sedangkan, PKL yamg lain itu justru berjualan pada setiap hari. Namun, anehnya Pemkot Tasikmalaya justru malah tutup mata.

“Dengan sikap paradoksal Pemkot Tasikmalaya tersebut. Minggu depan, kami akan kembali berjualan dibatu andesit. Dengan segala resiko apapun itu, kami tentunya akan hadapi saja, ini masalah keadilan,”ancamnya.

Ketua Pepmatas, Maman Hunter menambahkan. Pihaknya, dulu pernah berjualan di batu andesit. Namun, pada tahun 2019 terpaksa diusir harus pindah ke Jalan Mesjid Agung sampai sekarang ini. Dulu, waktu dibatu andesit bisa mengakomodir sebanyak 700 pedagang. Tapi setelah pindah tersebut, terpaksa pedagangnya, harus dishift. Karena lokasi yang baru itu, tidak bisa menampung anggotanya sebanyak 700 PKL.

“Ya sekarang ini berjualan di Jalan Mesjid Agung. Jadi semraut, lalu lintas macet, angkot ngetem dan lainnya. Berbeda waktu dulu di batu andesit itu, tidak menanggu lalu lintas. Bahkan, kami juga dulu itu ikut memperbaiki dibatu andesit. Karena, ada juga sebagian yang sudah rusak,”terangnya.

Maman, meminta kepada Pemkot Tasikmalaya. Supaya, bisa kembali berjualan dibatu andesit seperti dulu lagi. Karena, kalau bisa dibatu andesit kembali, sejumlah anggotanya yang terdiri pedagang kuliner dan fashion itu. Tentunya, pada setiap hari rabu bisa semuanya ikut berjualan. Pihaknya mempertanyakan, kenapa PKL yang lain, bisa berjualan dibatu andesit. Sedangkan Pepmatas justru malah dilarang?ada apa dengan Pemkot Tasikmalaya?.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!