Siswi Ngaku Diperkosa, Oknum Toolman SMKN Bantarkalong, Dilarang Lapor Polisi
Kab.Tasik (kilangbara.com)-Siswi SMKN di Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, S (18). Mengaku disinyalir telah diperkosa oleh J seorang oknum toolman (seseorang yang diberi tugas oleh Kepala Sekolah. Guna membantu menyiapkan instalasi, dalam melayani pelaksanaan diklat, khususnya praktik bagi siswa), di SMKN di Kecamatan Bantarkalong tersebut.
Menurut pengakuan korban, peristiwa itu terjadi pada, Selasa (10/11/2020) lalu. Awalnya, ia bermaksud akan mengerjakan tugas ke sekolah. Namun setelah tiba disekolahnya itu, tidak ada siapa siapa, lalu menelpon pelaku. Kemudian pelaku menyuruh korban, segera menemuinya ke kostannya, dibelakang SMA Karangnunggal.
Setelah, korban berada dikostan tersebut, disuruh masuk. Namun ironisnya, setelah masuk dan selesai mengerjakan tugas, pelaku malah mendadak mengunci pintu, serta langsung melancarkan aksi bejatnya itu. Dengan cara memaksa untuk melakukan hubungan intim.
“Saya pun sempat berontak, namun apa daya saat itu tidak bisa apa-apa. Hingga terjadilah pemerkosaan tersebut. Saya pun hanya bisa menangis,”bebernya, saat dikonfirmasi kilangbara via telpon celularnya, Rabu (23/12/2020).
Setelah itu lanjut korban, ia bersama orang tuanya melaporkan kejadian itu, ke SMKN tersebut. Namun, pihak sekolah melarangnya untuk melaporkan kepada kepolisian. Karena, pihak sekolah berjanji akan memindahkan J ke bagian perpustakaan
“Terus terang saya trauma, jika pelaku masih ada disekolah, bahkan tidak mengakui segala perbuatannya tersebut,”kesalnya.
Sementara itu, saat ditemui ibu korban MS (48) dirumahnya, ia mengaku sangat terpukul mendengar putrinya telah diperkosa dan marah ke pelaku. Bahkan dirinya pernah menelpon pelaku minta tanggung jawab, namun pelaku tidak mengakui perbuatannya. Apalagi pihak sekolah, telah melarangnya untuk melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.
Terpisah, Plt SMKN Bantarkalong, Zaenal Muttaqin S.Pd M.Pd mengaku sudah memanggil J dan diinterogasi pihak sekolah. Namun tidak mengakui perbuatannya. Sehingga, pihaknya bermaksud akan mempertemukan antara korban dan J. Tapi justru orang tua korban malah tidak mau.
“Jika keduanya tidak bisa dipertemukan, tentunya persoalan itu, tidak bakalan selesai beres. Sehingga, pihak sekolah sedang mengumpulkan bukti-bukti supaya jelas,”janjinya.
Kata Zaenal, J bersikeras tidak mengakui perbuatan itu, malah jika memang merasa diperkosa olehnya. Meminta agar S segera divisum untuk pembuktian, namun pihak korban tidak mau.
“Saya baru dapat SK di SMKN ini, baru 2 minggu. Tentunya sebagai Plt sudah berusaha untuk menyelesaikan permasalahan, yang ada di sekolah,”pungkasnya.(DN)

