Bulak Sampih Jadi Wisata Kuliner, Meski Belum Ada Aturan Dari Desa Rejasari

Banjar (kilangbara.com)-Keberadaan disepanjang jalan dari arah Pasar Langkap menuju langensari, tepatnya didaerah Bulak Sawah Sampih Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar.Kini terasa berbeda, karena disepanjang jalan dengan pemandangan hamparan sawah itu, disulap menjadi kawasan wisata kuliner.Meski ditempat tersebut belum ada penataan dan penyusuaian aturan dari Desa Rejasari.

“Ya disini ada 30 PKL yang berjualan disepanjang bahu jalan, tentunya ini merupakan awal mula semua ide dari keinginan masyarakat, guna untuk meningkatkan perekonomian dan pemberdayaan masyarakat desa,”ucap Ketua Paguyuban P2 DS, Sumarjono, Rabu (08/07/2020).

Sumarjono menuturkan kehadirannya itu, tidak melanggar aturan dan menghalangi lalu-lintas dan pejalan kaki.Pasalnya, berada dilokasi dibahu jalan serta juga tertata dengan rapih.Apalagi hanya berjualan
kopi, makanan tradisional dan es kelapa Muda dan lainnya.Adapun saat ini bukanya setiap hari mulai dari pukul 07.00-17.00 WIB.

Kepala Desa Rejasari, Sobur Waluyo M.Si menjelaskan saat ini ditempat tersebut untuk penataan dan penyusuaian aturannya, terutama Perdes belum diberlakukan.Pihaknya sudah melaksankan rapat pertemuan dengan Camat Langensari, pelaku usaha, tokoh masyarakat dan masyarakat dusun.

“Kami masih menunggu keputusan dari Pemkot Banjar, karena lokasi yang digunakan para PKL merupakan aset kota.Tentunya, nanti mereka harus juga menyiapkan lahan parkir, mendirikan kios harus sesuai, tidak melebihi bahu jalan, harus menyediakan penampungan sampah, menyiapkan sarana untuk keamanan bagi lalu lintas dan lainnya,”pungkasnya.(Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!