Dianggap Tufoksinya Lemah, Ketua Komisi I DPRD Pangandaran, Sambut Aksi PMII
Pangadaran (kilangbara.com)-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Gelar aksi damai didepan Gedung DPRD Kabupaten Pangandaran,
Jum’at (4/6/2021). Kedatangan mereka,
guna mempertanyakan fungsi anggota DPRD. Dalam pengawasan program Pangandaran Hebat. Salah satu
yang menjadi program unggulan di Kabupaten Pangandaran.
Aksi yang dilakukan puluhan mahasiswa itu. Dengan berjalan kaki yang diawali dari Alun Alun Parigi, menuju depan Kantor DPRD Pangandaran. Rombongan mahasiswa ini disambut langsung oleh ketua komisi 1 Adang Sudirman dari Fraksi PAN, Solehudin dari fraksi PKS dan Plt. Kadis Pendidikan Kabupaten Pangandaran, Agus Nurdin.
Namun aksi damai tersebut berujung Kekecewaan bagi PMII itu sendiri, pasalnya tidak bertemu langsung dengan Ketua DPRD Pangandaran. Dikarenakan, sedang dinas luar, namun aksi tersebut berjalan lancar serta mematuhi protokol kesehatan.
Ketua PMII, Yusup Sidik menyampaikan beberapa tuntutan diantaranya:
1.PMII Kabupaten Pangandaran meminta ketegasan DPRD Pangandaran untuk lebih tegas. Dalam menyikapi program Pangandaran Hebat, apakah mau dilanjutkan atau tidak dan hasilnya harus disampaikan kepada publik oleh pemerintah daerah.
2. Meminta DPRD Pangandaran memberikan kejelasan besaran anggaran, kemudian teknis pelaksanaan serta mekanisme progaram Pangandaran Hebat.
3. Meminta DPRD Pangandaran untuk merealisasikan anggaran program Pangandaran hebat tahun 2020. Jika tidak ada dalam perencanaan anggaran tahun 2020. Maka DPRD harus bertanggung jawab, dan jika tuntuntan ini tidak di tindak lanjuti, PMII akan datang kembali dengan masa aksi yang lebih banyak.
“Terakhir, kami pertanyakan tugas dan fungsi DPRD itu sendiri, yang harus mampu untuk dioptimalkan, karena perencanaan dan penganggaran suatu program, termasuk dalam pengawasan pihak DPRD. Sampai hari ini, DPRD belum maksimal dalam melakukan tugas dan fungsi sebagai wakil rakyat,”herannya.

Yusup menjelaskan, dalam aksi damai itu, pihaknya sempat menyalami baliho bergambar poto ketua DPRD Pangandaran yang terpampang di halaman ruang Paripurna. Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaannya. Karena, sudah tiga kali datang ke DPRD belum pernah berhadapan langsung dengan Ketua DPRD, karena berbagai alasan.
Selain itu, pihaknya juga memberikan kado yang sangat berarti dan penuh dengan filosofi untuk DPRD pangandaran diantaranya,
1. Batu baterai merek ABC yang dipercaya tahan lama. Tentu dengan memberikan batu baterai,
filosopinya agar menambah energi semua anggota DPRD kabupaten Pangandaran dalam menjalankan p
fungsinya.
2. PMII memberikan satu buah kacamata kepada DPRD, filosopinya agar DPRD Pangandaran, biar melihat secara jelas akan apa yang dirasakan masyarakat hari ini. Kemudian, lebih jelas dan terang benderang dalam melakukan pengawasan pembangunan yang ada dieksekutif melalui leading sektor SKPD terkait.
3. PMII memberikan sehelai kain kapan yang mengandung filosopinya. Dianggap DPRD Pangandaran hari ini sudah mati, karena sampai hari ini banyak kegiatan pengawasannya yang tidak jelas, seperti program Pangandaran hebat yang tidak berjalan.

Menanggapi aksi tersebut, Ketua Komisi I DPRD Pangandaran,
Adang Sudirman mengatakan permohonan maafnya, dikarenakan ketua DPRD Pangandaran sekarang lagi tugas luar. Sehingga tidak dapat hadir dalam kesempatan itu.
DPRD sangat mengapresiasi kedatangan PMII yang sudah mewakili masyarakat.Dalam menyampaikan aspirasinya, sehingga DPRD merasa mendapat energi baru dalam melaksanakan tugas fungsinya.
“Memang pada tahun ini, kita bisa pahami pandemi Covid-19 ini, belum selesai, sehingga penanganan penyebarannya tersebut, masih terus kita lakukan, untuk itu jelas akan berdampak kepada sektor lain, termasuk semua program yang telah digulirkan,”ucapnya.
Sementara itu, Plt Kadis Pendidikan Kabupaten Pangandaran, Agus Nurdin menyampaikan program Pangandaran Hebat sejak tahun 2017, berjalan lancar tanpa ada ekses. Namun ditahun 2020, ada pandemi Covid19 agak sedikit terlambat. Dalam pencairannya. Tapi untuk SD dan SLTP masuk dalam kegiatan, sementara untuk sekolah MI itu masuk ke dalam hibah,
“Saya tegaskan program Pangandaran Hebat, untuk tingkat SD dan SLTP tahun 2020 sudah selesai direalisasikan, karena masuk dalam kegiatan. Sementara untuk sekolah Madrasah itu prosesnya hibah dan itu urusannya dengan TPAPD, jadi ada aturan regulasinya, jadi kalau untuk SD tidak ada masalah,”tandasnya.(Age)

