Rapid Test Massal, Hanya Hamburkan Anggaran, Hasilnya Tak Bisa Jadi Acuan
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Rencana Tim Gugus Tugas Penanggulan Covid-19 Kota Tasikmalaya.Akan melaksanakan rapid test massal, ternyata kini mendapat tanggapan beragam dari masyarakat.Salah satunya itu datang dari pengamat sosial dan kebijakan publik, Ir Nanang Nurjamil MM.
Pria yang pernah menetap di Makassar itu, mengkritisi rencana tim tersebut.Bahkan minta dipertimbangkan secara matang, mengingat anggaran untuk mengadakan kegiatan itu, tentunya membutuhkan cukup besar.Apalagi menurut keterangan beberapa pakar toksikologi, hasil rapid test tidak bisa dijadikan ukuran.Guna menentukan seseorang positif atau negatif terpapar Covid-19,
WHO tidak merekomendasikan pemakaian alat tersebut.Dalam pendeteksian Pandemi Covid-19.Terbukti dari hasil rapid test terhadap beberapa orang yg diduga positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya.Ketika dilakukan pemeriksaan dengan PCR/SWAB, ternyata hasilnya negatif.
“Kasihan orang yang sudah diduga postif ternyata negatif.Mereka harus menanggung beban psikologis, dikucilkan/dijauhi oleh masyarakat rekan sejawat di tempat kerja dan keluarga, karena takut tertular,”ujarnya, Selasa (26/06/2020).
Bahkan, kata Nanang ada yang terpaksa kehilangan pekerjaannya, akibat publikasi hasil rapid test positif yang ternyata setelah di PCR/SWAB hasilnya negatif.Sehingga daripada melakukan rapid test masaal, lebih baik anggarannya, digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.
Karena sampai saat ini, masih banyak yang belum terdaftar dan mendapatkan bantuan sosial langsung dari pemerintah.Sehingga rapid test massal itu, mohon dipertimbangan kembali dan rencanakan dengan matang.Tim Gugus Tugas Covid-19, harus mengajak semua pihak untuk duduk bersama, termasuk masyarakat dalam membuat rencana program dan kebijakan.
“Jangan sampai tidak efektif dan efisien dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 tersebut.Sementara anggaran sudah keluar cukup besar malah menjadi mubadzir,”pungkasnya.(AR)

