3 Kecamatan Dominan Pengindap HIV/AIDS, Diky Candra : Akan Komunikasi Tidak Terbuka Jaga Privasi

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Rupanya, perkembangan kasus HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya itu bikin ngeri. Bahkan, Komisi Penanggulangan AIDS (KPAD) Kota Tasikmalaya. Telah, mencatat secara kumulatif dari tahun 2024 sampai dengan tahun Juni 2026. Totalnya tersebut, ada sebanyak 1.595 kasus.

“Namun sekarang ini, jumlahnya sudah ada penurunan. Sehingga, menjadi 80 pengidap yang positif dibandingkan, pada 2025 itu 146 dan 2024 ada 169. Tidak boleh terlalu perlu panik, paling utama bekerja untuk mencoba lakukan himbuan,”beber
Wakil Walikota Tasik, Diky Candra. Saat, ditemui di Lapas Tasikmalaya, Jumat (28/8/2026).

Bahkan terang Diky, dalam waktu dekat ini akan melakukan komunikasi dengan pengidap itu. Meskipun, tidak terlalu terbuka untuk menjaga privasi mereka. Karena, sudah ada programnya bisa untuk bertemu. Dalam, upaya untuk memberikan arahan dari sudut pandang kesehatan, agama dan hukum.

“Hal tersebut dilakukan supaya progresnya tersebut setiap tahun itu semakin berkurang. Kemarin, saya bertemu dengan Sekretaris KPAD Kota Tasik. Beliau, melaporkan perkembangan pengidap HIV AIDS ditahun 2026 ini dan ada penurunan,”ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris KPAD Kota Tasikmalaya, Ir H Tarlan menyampaikan. Pihaknya, telah mencatat secara kumulatif dari tahun 2024 sampai tahun Juni 2026, totalnya ada sebanyak 1.595 kasus.

“Termasuk yang meninggal dunia ada 400 orang. Pengindap penyakit itu, paling banyak berada di Kecamatan Tawang, Cihideung dan Cipedes,”ujarnya. Saat, ditemui di Bale Kota Tasikmalaya, Kamis (27/8/2026).

Tarlan menjelaskan, paling dominan positif itu adalah pria doyan pria disusul waria, WTS dan lainnya. Sehingga, tak heran mayoritas yang positif itu adalah kaum lelaki sebanyak 82 persen dan sisanya 18 persen wanita. Sedangkan, kasus itu kebanyankan didominasi oleh kelompok usia produktif.

Penularannya tersebut, paling banyak melalui hubungan sex, darah dan air susu ibu, lewat jarum suntik yang dipakai bersama-sama. Namun, pada tahun 2026 ini ada penurunan menjadi 80 pengidap yang positif. Dibandingkan, 2025 ada 146 dan 2024 ada 169.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!