KDM Akan Keliling Jabar Dengan Karnaval Mahkota Binokasih 2026, Ini Jadwal di Tasikmalaya

Bandung (kilangbara.com)-Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) akan menggelar Karnaval Binokasih 2026. Dengan, mengelilingi sejumlah daerah di Jabar. Acara tersebut, sebagai agenda budaya lintas daerah di Jawa Barat dimulai, besok 2 Mei 2026 di Sumedang.

KDM, telah mengumumkan melalui akun media sosialnya, Jumat (01/5/2026). Bahwa, kegiatan itu salah satu pengembangan tradisi Keraton Sumedang. Kini, hal tersebut diintegrasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Supaya, gaung budaya Sunda semakin luas dan sekaligus mendorong pembangunan kawasan yang dilalui.

Sementara itu dilansir dari Humas Pemprov Jabar. Bahwa, rangkaian Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran itu akan dimulai dari Sumedang. Serta, bergerak lintas wilayah Tatar Sunda dengan jadwal sebagai berikut :

* 2 Mei 2026 – Kabupaten Sumedang
Keraton Sumedang Larang → Pemda Kabupaten Sumedang (3 km).

* 3 Mei 2026 – Kabupaten Ciamis
Alun-alun Kawali → Astana Gede Kawali (1,4 km).

* 4 Mei 2026 – Kabupaten Tasikmalaya
Polsek Salawu → Parkir Kampung Naga (5,4 km).

* 5 Mei 2026 – Kabupaten Cianjur
Taman Prawatasari → Pendopo Cianjur (3,6 km).

* 6 Mei 2026 – Kota Bogor
Museum Pajajaran → Kebun Raya Bogor (3,1 km).

* 8 Mei 2026 – Kota Depok
Lapangan Bola RRI → Museum Rumah Cimanggis (750 m).

* 9 Mei 2026 – Kabupaten Karawang
SDN Pulo Kelapa II → Makam Syekh Quro (1,6 km).

* 10 Mei 2026 – Kabupaten Cirebon
Bale Jaya Dewata → Alun-alun Sangkala Buana (4,3 km).

* 16 Mei 2026 – Kota Bandung (Puncak Kirab Budaya)
Monumen Perjuangan → Jl. Dipatiukur → Jl. Diponegoro → Jl. Cimandiri → Gedung Sate (2,4 km).

Karnaval itu, tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Namun, bertujuan mengingatkan kembali perjalanan sejarah Sunda. Sekaligus, membangun kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dan memperkuat kawasan budaya yang dilalui.

Tentu ke depannya, Karnaval Binokasih direncanakan akan menjadi agenda rutin tahunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Serta, diharapkan bisa berdampak kepada sektor budaya, pariwisata, serta penataan infrastruktur daerah.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!