Hailook Tasik di Aceh 9 Hari Salurkan 10 Ton Bantuan Korban Banjir, Berangkat Naik Pesawat TNI
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap sesama. Hailook, pelaku usaha jasa titipan barang dari luar negeri yang berada di Kota Tasikmalaya. Langsung, bergerak cepat merespons bencana banjir yang melanda khususnya diwilayah Aceh.
Tak tanggung-tanggung, perusahaan yang berada di Kecamatan Cibeureum tersebut. Telah, menyalurkan sebanyak 8 ton bantuan logistik ke wilayah Aceh. Bantuan itu, bukan sekadar angka tapi wujud dukungan moral. Bagi, para korban yang tengah berjuang untuk bangkit dari masa sulit.
“Kami dari Hailook Tasikmalaya datang ke Aceh berjumlah 12 orang, terdiri 9 wanita dan 3 pria. Dengan, membawa sebanyak 8 ton bantuan logistik. Sebelumnya, sudah koordinasi dengan di Aceh untuk keperluan yang dibutuhkan. Datanya itu, ada sebanyak 590 kk disana, beber Kiki salah satu tim dari Hailook Tasikmalaya, Selasa (20/01/2026).
Kiki mengaku, berangkat dari Kota Tasikmalaya 9 Januari 2026 mengunakan bus ke Jakarta. Tadinya, ke Aceh itu akan mengunakan jalan darat. Namun, setelah dipertimbangkan akan memakan waktu lama. Akhirnya, koordinasi dengan WMG Sijum yang sebelumnya pernah ke Aceh. Hingga, disarankan bisa naik pesawat hercules milik TNI AU.
“Lalu berkoordinasi dengan TNI AU, namun ada syaratnya yang dibawa oleh pesawat itu minimal harus 10 ton. Sehingga kami belanja lagi di Jakarta, akhirnya bisa mencapai 10 ton dan langsung berangkat ke daerah Aceh Tengah,”ungkapnya.

Ketika sampai di Aceh Tengah tutur Kiki. Pihaknya, disambut oleh Polres Aceh Tengah dan menurunkan bantuan 10 ton itu dan menuju salah satu hotel. Tadinya, akan ditempatkan namun tidak memuat. Sehingga, ditampung ball room disalah satu hotel disana. Pendistribusian untuk bantuan itu, mengunakan dua mobil patroli polisi.
“Kami menginap dihotel itu cuma 2 hari saja, sisanya dirumah kepala desa dan lainnya. Kami ada 12 orang, terdiri dari 8 wanita yang sudah menikah 1 belum dan 2 lagi pria. Tentu yang sudah menikah dapat izin suaminya donk ke Aceh,”imbuhnya.
Sedangkan kata Kiki, terkait pendistribusian bantuan itu ada yang ke tenda pengungsi, ke mesjid dan rumah kepala desa. Karena, dimesjid juga jadi salah satu tempat penampungannya dan spontan dijalan. Termasuk, pembagian bantuan secara antri. Adapun, sebelumnya pihaknya sudah punya data sebanyak 590 kk.
“Bantuan itu, memang fokusnya di Aceh Tengah dan disebarkan ke berbagai lokasi. Paling jauh, ke lokasi diujung Aceh Tengah yakni di Reujepayung daerah perbatasan. Ditempuh, 8 jam dari hotel dan mobil tidak bisa lewat. Sehingga, terpaksa harus jalan kaki tiba ke lokasi,”ungkapnya.
Alumni Unsil itu menjelaskan, bantuan berupa sembako, pakaian, alquran dan lainnya itu memang yang dibutuhkan oleh mereka. Adapun, donasi yang paling dominan itu dari kocek pribadi owner Hailook, Hj Feni dan sisanya dari donatur lain. Aksi sosial itu merupakan program Hailook Bergerak. Tentunya, diharapkan bantuan itu bisa bermanfaat bagi sejumlah pengunsi.
“Alhamdulilah kami pulang ke Tasik, 18 Januari 2026 dalam kondisi sehat. Terus terang saja, semua yang berangkat baru pertama kalinya ke tempat bencana. Pengalaman selama 9 hari di Aceh, sangat berkesan tapi sedih meihat kondisinya. Semoga saja, segera cepat pulih kembali,”harapnya.(AR)

