Riset Gentra Data, 78 Persen Masyarakat Mendukung Konser HINDIA di Kota Tasikmalaya

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Rencana akan tampilnya konser musisi HINDIA. Dalam, perhelatan yang bertadjuk “Ruang Bermusik” di Lanud Wiriadinata Kota Tasikmalaya, Minggu 20 Juli 2025. Ternyata, dampaknya telah menuai kontroversial dimedia sosial. Termasuk, menimbulkan adanya penolakan dari beberapa ormas islam.

Adanya kegaduhan itu, Gentra Data melalui platform Instagram melakukan riset. Berdasarkan, riset sentimen publik yang dilakukannya tersebut. Ternyata, dimedia sosial justru mayoritas masyarakat malah menyatakan dukungan terhadap konser itu. Bahkan, angkanya sebanyak 78 persen warganet menyatakan setuju. Kemudian,
11 persen bersikap netral dan 11 persen lagi menolak konser HINDIA itu.

Menurut Hilmi Alawi Researcher dari Gentra Data menjelaskan. Bahwa data tersebut menunjukkan sebagian besar masyarakat. Telah, melihat konser itu sebagai bagian dari kebebasan berekspresi dan peluang ekonomi bagi Kota Tasikmalaya.

“Narasi dominan dari kelompok yang mendukung konser adalah kritik terhadap ormas penolak konser. Dorongan atas kebebasan berekspresi dan pentingnya konser sebagai stimulus ekonomi lokal. Ada juga kekhawatiran bahwa citra Tasikmalaya sebagai kota akan semakin buruk bila terus menerus terkesan anti-kegiatan seni,”ujarnya, Jumat, (11/07/2025).

Menurut Hilmi, warganet yang notabene para pendukung konser HINDIA juga telah menyoroti. Kejadian, dulu adanya dugaan berupa tuduhan pungutan liar (pungli). Terhadap, penyelenggara konser dimasa lalu. Sehingga, dianggap telah mencoreng nama baik Kota Tasikmalaya

Sementara, bagi kelompok yang menolak konser mengangkat isu-isu sensitif, seperti tuduhan satanisme terhadap musisi HINDIA, dukungan terhadap ormas, serta kekhawatiran bahwa konser seperti ini bertentangan dengan identitas Tasikmalaya sebagai kota santri.

“Meski demikian, riset data Gentra menunjukkan bahwa suara penolakan itu. Hanyalah, merupakan minoritas yang tidak mencerminkan keseluruhan opini publik di dunia maya,”ungkapnya.

Konser HINDIA tutur Hilmi di Kota Tasikmalaya. Rencananya, akan digelar dalam beberapa minggu ke depan. Meskipun, belum ada pernyataan resmi dari penyelenggara soal kemungkinan pembatalan atau pemindahan lokasi.

Namun, tentunya dengan adanya hasil riset tersebut menjadi cerminan penting. Bagi, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan. Supaya, bisa melihat opini publik secara lebih luas dan objektif.

“Sentimen publik yang kami rekam itu merupakan indikator bahwa masyarakat, khususnya generasi muda. Sangat, mendambakan ruang seni dan ekspresi yang terbuka juga inklusif,”bebernya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!