Catatan Tasik-Solo, Dibalik Modernisasi Ada Kirab 1 Suro Keraton Surakarta Jadi Magnet Wisata

Tasikmalaya-Surakarta-Dibalik hiruk-pikuknya kehidupan modernisasi. Ternyata, ada tradisi leluhur masih bertahan kuat dijantung budaya, Kota Surakarta. Salah satunya itu, adalah peringatan Kirab malam Satu Suro di Keraton Surakarta Hadiningrat, Jumat (27/6/2025).

Kirab tersebut, merupakan tradisi tahunan menyambut Tahun Baru Jawa (1 Suro dalam penanggalan kalender Jawa). Kegiatan tersebut, telah menjadi daya tarik utama bagi sejumlah wisatawan domestik maupun juga dari mancanegara.

Termasuk, bagi penulis yang sengaja datang langsung dari Kota Tasikmalaya. Pada, Kamis pagi 27 Juni 2025 dengan mengunakan Bus Budiman. Tiba, di Terminal Tirtonadi Solo sekitar pukul 20.30 WIB. Penulis, menginap disalah satu saudara di Kalitan. Tujuan datang ke Solo, hanya sekedar menyaksikan kegiatan sakral tersebut. Karena, kegiatan itu banyak menyedot ribuan orang datang untuk menontonnya.

Sekitar pukul 23.00 WIB, penulis bergegas naik motor dari Kalitan menuju tempat dilalui oleh rombongan kirab itu, tepatnya di Gladak. Setelah sampai dilokasi tersebut, nampak sudah dipenuhi oleh ribuan orang yang berjejer dipinggir jalan.

Uniknya, dilokasi itu banyak sejumlah pedagang makanan dan minuman. Dengan, menjajakan dagangannya yang dipenuhi pembelinya sambil lesehan. Tua muda, asyik menikmati jajanannya sambil menunggu rombangan kirab datang.

Sejumlah aparat keamanan pun, terlihat mengatur jalan yang akan dilalui oleh sejumlah kirab. Bahkan, berkali-berkali menghimbau kepada para penonton. Supaya, jangan berada ditengah jalan yang bakal dilalui para rombongan kirab tersebut.

Sekitar pukul 23.59 WIB ditengah cuaca yang mendukung. Semua, lampu yang tadinya menyala disekitar Gladak dimatikan. Hingga, akhirnya tibalah rombongan tersebut datang melintasi dengan membawa obor. Bahkan, diawali dengan kemunculan lima ekor kerbau bule Kiai Slamet dari kandang karantina.

Rombongan dari Keraton Surakarta Hadiningrat itu datang berjalan kaki, tanpa mengunakan alas kaki. Mereka, memakai blangkon dan kostum hitam. Para abdi dalem, mengenakan pakaian adat lengkap, membawa berbagai pusaka keraton, seperti tombak, keris, dan simbol-simbol kerajaan lainnya. 

Diantara sejumlah rombongan utama tersebut. Nampak, hadir langsung Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Sudibyo Rojoputro Nalendra, putra mahkota Keraton Solo, yang berjalan khidmat mendampingi kirab ditengah malam.

Kirab tersebut, mengambil rute mengelilingi pusat kota. Mulai, dari kompleks Keraton, Jalan Supit Urang, Alun-alun Utara, Jalan Pakubuwono, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Veteran, Jalan Yos Sudarso, hingga Jalan Slamet Riyadi, sebelum akhirnya kembali ke area keraton.

Penulis, mencatat kirab yang melintasi sejumlah ruas jalan itu berakhir sekitar pukul 02.45 WIB. Perlu, diketahui selain nilai spiritual, kirab itu juga berdampak positif secara sosial dan ekonomi. Karena, hotel-hotel disekitar pusat kota Solo penuh. Serta, para pelaku UMKM yang berjualan disekitar rute kirab kebanjiran pembeli.(AR)

*Catatan liputan Kirab Malam 1 Suro Keraton Solo. Dari Tasikmalaya datang ke Surakarta menyaksikan kekayaan budaya yang jadi magnet wisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!