Ngeri, Angka Kematian Akibat Kanker Serviks Capai 50 Persen di Kota Tasikmalaya

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Ternyata, angka kasus kematian akibat kangker serviks di Kota Tasikmalaya. Sangat tinggi, bahkan jenis kanker yang terjadi pada leher rahim perempuan tersebut. Kini, telah mencapai sebanyak 50 persen angka kematiannya selama ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat menuturkan. Bahwa, angka kasus kanker serviks kejadiannya itu cenderung terus meningkat. Angka, kejadiannya tersebut masih diatas 100 persen dari 100 ribu penduduk.

“Jumlahnya tersebut, ada sebanyak 120 kasus dan yang meninggal dunia sebesar 50 persen,”ungkapnya. Usai, launching Inovasi VALING CANTIX MANIS (VCM). Di Kelurahan Tawang, Jumat (25/04/2025).

Mantan Kapus Purbaratu itu menjelaskan. Bahwa, penyebab kanker serviks tersebut dari virus. Adapun, dalam upaya untuk pencegahnya itu salah satunya. Sudah, dilakukan dan berlangsung sejak dini dengan pemberian imunisasi terhadap anak SD kelas 5-6.

“Inovasi hari ini yakni VCM yang diresmikan Pak Wali sudah berikan pelayanan. Sebagai, dukungan program gemas 100 hari kerja. Guna, akselerasi pencarian kasus serviks dan penenegakan diagnosa dini kanker servik,”tuturnya.

Kata Uus. Melalui VCM, dilakukan layanan jemput bola ini dan UPTD Puskesmas Tawang telah enghadirkan pemeriksaan IVA dan SADANIS langsung, ke lingkungan warga. Tentunya, sebagai langkah strategis mencegah dan menangani kanker sejak dini.

Program inovatif layanan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara itu. Dengan, capaian pemeriksaan yang masih di bawah target, program VCM diharapkan mampu menjangkau lebih banyak sasaran, menumbuhkan kesadaran, dan menyelamatkan lebih banyak nyawa.

Karena, angka keberhasilan kanker servik itu 90 persen dari hasil imunisasi, 90 persen bila mendapatkant pengobatan standar pelayan, 70 persen keberhasilan dari diagnosa dini. Semakin dini diketahui, maka mudah pengobatannya.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!