Rasanya Kurang Afdol Bro, Kalau Datang ke Yogyakarta Tanpa Mampir Dulu ke Malioboro
Yogyakarta (kilangbara.com)-Malioboro, sebuah nama yang melekat dengan Yogyakarta. Jalan, sepanjang kurang lebih dua kilometer itu jadi ikon Yogyakarta. Suasananya, tidak pernah sepi dari hiruk-pikuk segala macam aktivitas dari pagi hingga malam hari.
Sehingga rasanya kurang afdol, jika berkunjung ke Yogyakarta tanpa mampir dulu ke Jalan Malioboro. Pasalnya, Malioboro selalu menawarkan pesona yang berbeda. Serta, memikat hati siapa pun yang mengunjunginya itu.
“Ya kurang afdol, kalau ke Yogyakarta tanpa mampir dulu ke Malioboro. Karena, Malioboro adalah icon yang sudah terkenal. Disini, ada wisata belanja dan surga para pejalan kaki,”beber salah satu wisatawan asal Kota Surabaya, Dendi Suryahadi, Kamis (3/04/2025).

Dendi menuturkan, alasan mengunjungi Malioboro itu. Salah satunya, jadi kawasan pedestrian yang ramah pejalan kaki dan memiliki banyak kursi untuk duduk. Sehingga, membuat sejumlah pengunjung merasa nyaman. Selain itu, menjadi kawasan wisata belanja, tempat kuliner, kongkow, hotel banyak, hiburan musik dan lainnya.
“Suasananya selalu ramai, baik itu pagi, siang, sore hingga malam hari. Tidak heran, menjadi ngangenin bagi siapa saja yang pernah ke sini. Tetapi, kalau datang ke Malioboro tentunya siapkan saja budget untuk belanja,”sarannya.
Dendi mengaku datang ke Yogyakarta dalam rangka mudik Lebaran, berkunjung ke keluarganya. Setelah itu, berkunjung ke tempat wisata lainnya dikota gudeng tersebut. Serta, tidak lupa wajib mengunjungi ke Malioboro, bareng dengan keluarganya.
Meski sekarang, di Malioboro sudah tidak ada PKL lagi. Namun, tetap saja lebih semarak dan banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Karena, Pedagang kaki lima itu telah direlokasi ke Teras Malioboro yang lebih tertata. Hanya, sekarang ini ada larangan bagi yang merokok di Malioboro tersebut. Dendanya itu, maksimal sebesar Rp 7,5 juta.(AR)

