Wahid Singgung Keberadaan TPA Cianggir dan Hadirnya Kampus 2 UNSIL di Kec Tamansari
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Keberadaan, selama ini TPA Cianggir dan Kampus 2 Universitas Siliwangi (Unsil) yang berada di Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Rupanya, kini mendapat perhatian serius dari anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKB, H Wahid.
Pria tersebut menuturkan, bahwa TPA Cianggir itu harus mendapat perhatian dari Pemkot Tasikmalaya. Karena, dampak negatifnya kepada warga sekitar berkaitan dengan pencemaran air. Bahkan, kejadiannya itu berulang kali pada setiap tahunnya.
“Pemkot Tasikmalaya harus ada keberpihakan, terutama dengan anggaran. Karena, berbicara TPA Cianggir tidak cukup hanya ngobrol saja. Tapi, tentunya harus ada perhatian serius,”pintanya. Usai, Musrenbang di Aula Kecamatan Tamansari, Kamis (23/01/2025).
Karena, tutur Wahid. Bagamana pun terkadang ketika belum ada kejadian luar biasa, luput dari perhatian. Baru, pada tahun 2024 dengan kejadian itu
mulai ada perhatian khusus dan banyak yang respon. Sehingga, dalam perencanaan anggaran 2025 untuk penataan TPA itu meningkat.

“Dalam perencanan untuk IPAL saja Rp 100 juta salah satunya. Beda lagi dengan fisik yang ada di TPA Cianggir dan armada pengangkutan. Alhamdulilah, sekarang ini ada keberpihakan untuk pengelolaan sampah dan realisasi mulai Maret-April 2025,”bebernya.
Sedangkan lanjut Wahid terkait dampak keberadaan Kampus 2 Unsil di Kecamatan Tamansari. Saat ini, yang dirasakan oleh masyarakat hadirnya kampus itu. Sering terjadi kemacetan, pasalnya akses
jalan umum menuju lokasi, terutama di Kelurahan Mugarsari sempit.
Sehingga, kerap terjadi kemacetan dan khususnya itu dipagi hari. Apalagi, mobilisasi kendaraan antara masyarakat dengan mahasiswa, sudah mulai krodit. Makanya, diharapkan ada pelebaran jalan ataupun membuka jalan baru menuju ke Jalan Mashudi.
“Memang secara efek domino ekonomi, sudah ada warga bikin kost. Tapi, harus di
antisipasi dampak moral, karena banyak kejadian seperti didaerah lain. Apalagi, Unsil itu negeri banyak orang dari luar. Sehingga, harus bisa adaptasi mengingat
disini warganya sangat religi,”pintanya.(AR)

