Warga Dirugikan!Limbah Sampah di TPA Ciangir Mengalir ke Sungai dan Kolam, Kumaha DLH?

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Dampak buruknya pengelolaan sampah yang berada di TPA Ciangir Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Ternyata, kini dirasakan langsung oleh masyarakat yang tinggal disekitar TPA Ciangir tersebut. Kumaha (bagaimana) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya?.

Rohim, salah satu warga yang berada di Ciangir mengungkapkan. Bahwa, masalah lingkungan itu semakin terasa setiap memasuki musim hujan, seperti sekarang ini. Contohnya, air lindi (cairan yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah). Malah, mengalir ke sungai diwilayah tersebut hingga mencemari lahan persawahan dan kolam ikan. Akibatnya, lahan persawahan menjadi tidak produktif dan ikan dikolam milik warga pun mati.

Karena, ada upaya untuk menyalurkan air lindi ke bak penampungan akhir. Bahkan, ke irigasi saluran yang ke sungai langsung. Dengan, sistem itu sangat jelas merugikan warga. Sebab, air lindi yang berwarna hitam pekat langsung mengalir ke irigasi atau sungai dan mencemari lingkungan.

“Masalah itu, sebenarnya bisa diatasi jika pengelolaan air lindi dilakukan dengan cara yang baik. Supaya, dampaknya tidak merugikan masyarakat disini,”pintanya, Senin (04/11/2024).

Rohim mengaku warga sekitar Ciangir tidak menuntut agar TPA tersebut ditutup. Namun, mereka berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya. Dapat, mengoptimalkan pengelolaan air lindi dan sampah secara keseluruhan. Namun, terkait rencana pelebaran TPA, sangat jelas menolaknya. Karena, dianggap bukan solusi jangka panjang.

“Harus ada terobosan baru dalam pengelolaan sampah. Seperti, bekerja sama dengan perusahaan semen. Guna, untuk mengolah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) yang dapat menyerap tenaga kerja dari warga sekitar,”pintanya.

Sehingga lanjut Rohim. Harus, ada keseriusan dari DLH untuk memberikan solusi, khususnya terkait lahan pertanian yang sudah tidak produktif akibat pencemaran ini. Langkah nyata dari pemerintah, diharapkan dapat mengubah sampah dari sekadar masalah. Supaya, dapat menjadi peluang ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

*Sekretaris Umum Komisariat PMII STISIP Tasikmalaya, Riswara Nugroho.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!