Dapur Diduga Milik Institusi Negara, Germaka Temukan Menu Paket Makanan Memalukan

Kab.Tasik (kilangbara.com)-Program (Makan Bergizi Gratis) kembali menjadi sorotan. Kali ini, disuarakan oleh Gerakan Mahasiswa Karangjaya (Germaka). Mereka, mengaku menemukan fakta memalukan berupa paket makanan. Disalah satu, lembaga pendidikan PAUD penerima manfaat. Di Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu 26 November 2025.

Paket yang diberikan kepada anak-anak PAUD itu berisi menu. Ternyata jauh dari standar gizi, ada sambal yang dapat memicu gangguan pencernaan. Bahkan setelah dilakukan penelaahan harga, nilai makanan yang disajikan diperkirakan hanya sekitar Rp 6 ribu rupiah.

“Tentu, sangat tidak sepadan donk dengan anggaran yang bersumber dari uang negara,”heran Ketua Germaka, Dina Diana Ginanjar, Kamis (27/11/2025).

Dina menuturkan, puncak kekecewaan terjadi. Ketika, diketahui menu sambal itu benar-benar dimasak. Serta, diberikan kepada anak-anak tanpa pertimbangan gizi sedikitpun. Tentu itu, bukan lagi sekadar keteledoran. Tapi, bukti gagalnya sistem kontrol mutu dari pihak penyelenggara maupun instansi yang bertanggung jawab.

Diketahui, dapur penyedia makanan tersebut diduga dimilik Polres Tasikmalaya Kota. Karena, secara kewilayahan. Kecamatan Cineam–Karangjaya masuk dalam yurisdiksi Polres tersebut. Seharusnya, dapur milik institusi negara menjadi contoh dalam hal kualitas dan keamanan pangan, bukan justru menjadi sumber masalah.

“Polres Tasikmalaya Kota terbukti lalai dalam fungsi pengawasan. Mereka, membiarkan pihak penyedia bekerja secara asal-asalan tanpa memperhatikan standar gizi dan kualitas pangan,”sesalnya.

Germaka tutur Dina. Berikan kritik, bukan tanpa dasar tentu hal itu suara dari lapangan, guru, orang tua dan nurani yang peduli. Pihaknya, mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Baik itu, pemilik dapur penyelenggara MBG didapur Polres kecamatan Cineam.

Jangan menunggu, sampai persoalan ini berubah menjadi tragedi kesehatan di Tasikmalaya. Sebab, ketika makanan anak-anak tercemar. Tentu, bukan hanya kesalahan prosedur. Tapi, kegagalan moral yang tidak boleh dibiarkan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!