Meski Pakai Alat Sederhana, Santri Tasik Buktikan Mampu Bikin Film, Diky Candra : Luar Biasa!

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Meskipun hanya mengunakan alat yang sederhana. Namun, tidak menyurutkan semangat sejumlah santri Pondok Pesanten Al-Mukhtariyah Kelurahan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Dengan, membuktikan bisa membuat karya sebuah film yang berjudul, “Alumni Tersesat”.

“Film ini hanya mengunakan handphone dan clip on saja. Walaupun, sangat sederhana tapi bisa menghasilkan sebuah karya,”beber Pimpinan Pondok Pesanten Al-Mukhtariyah, Bubung Nizar. Saat, sambutan dalam nobar film “Alumni Tersesat” di GCC, Minggu (3/8/2025).

Menurut Bubung, film fiksi itu berkisah tentang pemahaman terhadap alumni. Karena, terkadang pasca mondok tidak terarahkan. Sebab, sudah biasanya dipondok tiba-tiba keluar dengan suasana bebas dan teman baru. Sehingga, banyak yang lupa jati diri. Ketika, dulu diajarkan dipondok dan tidak terkontrol.

“Hal itu penting, dalam upaya untuk memberikan juga menyajikan kepada sejumlah alumni. Guna, memberikan sebuah edukasi lewat media film. Film ini, dikerjakan selama 40 hari dan melibatkan 20 crew alumni Ponpes Al-Mukhtariyah. Adapun, pemainnya itu ada 13 orang dan shootingnya diponpes,”tuturnya.

Bubung menjelaskan, para santri tidak serta merta hanya menguasai kitab kuning saja. Namun juga dapat berekspresi dalam dunia film. Tentunya, para santri harus paham dengan dunia teknologi. Bahkan, selama ini Pondok Pesanten Al-Mukhtariyah itu sudah memproduksi sebanyak 4 film.

“Alhamdulilah hari ini nobar film “Alumni Tersesat” ini juga dihadiri oleh Pak Wakil Walikota Tasikmalaya. Semua orang sudah tahu, Pak Diky adalah aktor film nasional senior. Kami, minta masukannya dan kalau bisa ada anggaran untuk beli peralatan yang canggih,”pinta pria yang jadi sutradara dalam film itu.

Wakil Walikota Tasikmalaya, Diky Candra sangat apresiasi dengan Pondok Pesanten Al-Mukhtariyah. Karena, telah membuktikan bisa membuat sebuah film. Meskipun, hanya mengunakan alat yang sangat sederhana dan tidak profesional. Namun, tentunya telah membuktikan mereka dapat berkarya.

“Luar biasa meski pakai handphone, ternyata santri itu mampu bisa membuat sebuah karya film. Apalagi, semua pemainnya itu para Pondok Pesanten Al-Mukhtariyah. Sehingga, bisa menjadi inspirasi bagi yqng lain. Teruslah, para santri untuk terus berkarya dan tetap bersemangat,”harapnya.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!