Mantan Pedagang Asongan Ini OTW Balekota Tasikmalaya, Ihsan Riyadi : Mohon Doanya!
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Salah satu calon Walikota Tasikmalaya, H Ihsan Riyadi. Ternyata kini menjadi fenomenal, tiba-tiba saja kehadirannya itu telah menjadi magnet bagi masyarakat. Padahal, sebelumnya publik tidak tidak tahu dengan sosoknya tersebut. Namun, sekarang ini mulai dikenal namanya setelah ikut mendaftar ke sejumlah partai politik.
Apalagi, saat ini wajah dan namanya sudah terlihat banyak bertebaran. Melalui, dari spanduk dan banner disejumlah ruas jalan. Selain itu, pria asal Ponorogo Jawa Timur tersebut juga rajin full blusukan. Bertemu, dengan para pelaku UMKM, Ormas keagamaan, PKL, Pimpinan Pondok Pesantren, element masyarakat dan yang lainnya. Sehingga, mantan pedagang asongan di Terminal Madiun Jawa Timur itu. Nampak, serius OTW Balekota Tasikmalaya.
Bahkan, dalam spanduk dan bannernya itu tertulis sangat jelas “Ihsan Riyadi For Kota Tasikmalaya”. Serta, tertera ada tagline anti korupsi dan 100 persen gaji dan 90 persen tunjangannya untuk rakyat. Artinya, jika bisa terpilih jadi Walikota Tasikmalaya. Seratus persen, gajinya dan sembilan puluh persen tunjangannya akan diberikan kepada masyarakat.
Komitmennya itu, tidak main-main bro. Karena, Ihsan dalam setiap kesempatan dimanapun. Selalu, menegaskan siap untuk membuat surat perjanjian hitam diatas putih. Tentunya, itu sebagai bentuk komitmen keberaniannya yang harus diapresiasi oleh semua pihak. Karena, baru ada calon yang sudah berani seperti itu.
“Saya minta doanya saja dari seluruh warga Kota Tasikmalaya. Jika terpilih, pasti akan menepati janji tersebut. Karena, maju di Pilkada itu, bukan cari uang tapi sebuah pengabdian,”beber Owner Pasir Pataya itu, Selasa (25/06/2024).
Pria berusia 38 tahun itu menuturkan, dirinya selama ini terus berikhtiar. Guna, bisa mendapatkan tiket dari partai. Supaya, bisa maju di Pilkada Kota Tasikmalaya 2024. Dengan, cara ikut mendaftarkan diri ke PKB dan PAN. Namun, terlepas bisa ikut atau tidak dalam Pilkada itu. Hanya takdir Alloh SWT, tentunya sebagai manusia hanya berikhtiar saja.
Ihsan mengaku lahir dari keluarga tidak mampu, dulu makan pun harus dengan nasi aking. Pernah jadi pedagang asongan dan tukang tambal bal, ijazah pun hanya tamatan SMP. Hingga, akhirnya bertemu dengan seorang Ustadz yang merubah hidupnya dari jalanan. Lalu, pergi ke Papua dan bertemu dengan seseorang hingga disekolahkan ke paket C.
Setelah, mendapatkan ijazah SMA mencoba melamar ke Basarnas Merauke dan tidak disangka, bisa diterima. Bahkan, dapat mengalahkan ribuan pelamar lainnya. Setelah bekerja di Basarnas, Ihsan pun bisa melanjutkan pendidikannya jenjang S2. Kemudian, tugasnya itu dipindahkan ke Basarnas Jakarta.
Ketika tugas di Jakarta, ayahnya di Ponorogo meninggal dunia. Sehingga, dirinya pun pulang ke rumah orang tuanya tersebut. Seraya, mengajak ibunya yang tinggal sendirian itu diajak pindah ke Jakarta, namun permintaannya itu ditolak ibunya. Akhirnya, ihsan pun mundur sebagai ASN Basarnas. Serta, lebih memilih menjaga ibunya di Ponorogo.
“Saya tidak mendapat gaji pensiun sebagai ASN. Karena, mengundurkan diri dan belum memenuhi syarat untuk dapat gaji pensiun. Sehingga, langsung merintis usaha dan alhamdulillah, sekarang sudah punya 6 perusahaan,”imbuhnya.
Terkait, kenapa bisa datang di Kota Tasikmalaya, pria yang tidak makan nasi itu menuturkan. Berawal, ketika dirinya sedang mencari tanah untuk dijadikan sarana sosial. Tiba-tiba saja, ada yang menghubunginya memberikan kabar. Ada, tanah seluas 5 hektar yang akan dijual. Karena, tertarik akhirnya datang ke lokasi dan merasa cocok. Hingga, disepakati harganya dan langsung dibeli. Tanah seluas 5 hektar itu, adalah objek wisata Pasir Pataya.
Kenapa, dirinya ikut nyalon di Pilkada Kota Tasikmalaya?berawal dari keprihatinan seorang ibu yang datang curhat, anaknya tidak bisa sekolah dan suaminya pun meninggal dunia. Serta, ibu tersebut luput dari perhatian pemerintah. Maka, disanalah dirinya terdorong harus hadir didalam kebijakan pemerintah.
“Apa yang dialami oleh ibu itu, pernah terjadi pada saya. Ketika, masa kecil dulu di Ponorogo. Saya, lahir dari keluarga tidak mampu sehingga bisa merasakannya. Tentunya hal itu, bisa menjadi salah satu yang mendorong untuk ikut nyalon di Pilkada 2024,”terangnya.(AR)

